Jembatan PUT Hanyut

Bakti/Bengkulu EkspressAkses penghubung menuju Dusun III Desa Padang Ulak Tanjung kembali terputus akibat jembatan darurat yang dibangun BPBD hanyut terseret arus sungai, Senin (8/7) malam.

TALANG EMPAT, Bengkulu Ekspress – Hujan deras yang terjadi pada Senin (8/7) siang membuat debit air sungai di Desa Padang Ulak Tanjung (PUT), Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) naik.
Dampaknya, jembatan darurat yang dibangun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Benteng beberapa waktu lalu rusak total.

Seluruh material jembatan yang terbuat dari balok dan papan tebal tersebut terseret arus sungai sejauh 500 meter.
“Hujan deras terjadi sejak Senin siang dan berlangsung sampai malam. Arus sungai yang kencang membuat jembatan darurat terbawa arus saat malam hari,” ungkap warga Desa PUT, Johan kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (9/7).

Dengan adanya jembatan darurat, seluruh warga Dusun III Desa PUT tak bisa leluasa keluar dan masuk desa. Hanya saja, akses menuju Dusun III hanya bisa dilalui dengan menggunakan kendaraan roda dua (sepeda motor,red).”Karena jembatan darurat telah hilang, akses terdekat menuju kantor Desa PUT serta sarana dan prasarana lainnya menjadi semakin sulit dijangkau. Beruntung, saat ini sedang masa libur sekolah,” kata Johan.

Menyikapi bencana ini, Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Benteng akan menggelontorkan dana untuk membangun jembatan permanen sebagai pengganti jembatan yang terputus. Jembatan yang akan dibangun memiliki panjang 20 meter dan lebar 7 meter.  “Saat ini, pengerjaan paket proyek jembatan sudah mulai dikerjakan. Sembari belum ada akses jembatan, warga terpaksa menggunakan jalan alternatif menuju arah Betungan, Kota Bengkulu agar bisa keluar dari Dusun III,” demikian Johan.(135)