Jembatan Penghubung Tiga Desa di Mukomuko Rusak, Warga Minta Pemprov Turun Tangan

Foto: Warga Desa Setia Budi, Kecamatan Teras Terunjam saat bergotong roying membaiki secara swadaya mengganti papan jembatan yang sudah lapuk.

MUKOMUKO, bengkuluekspress.com – Masyarakat Desa Setia Budi, Kecamatan Teras Terunjam, Kabupaten Mukomuko sudah lama menanti perhatian Pemerintah Provinsi Bengkulu khususnya pembangunan jembatan di ruas jalan provinsi, yang mana akses jalan ini bisa menghubungkan tiga desa yang ada di Kecamatan Teras Terunjam yakni, Desa Tanah Rekah, Desa Setia Budi dan Desa Teras Terunjam.

Kades Setia Budi, Jumadi mengungkapkan, keberadaan jembatan tersebut sangat vital bagi masyarakat Kecamatan Teras Terunjam khususnya masyarakat setempat. Namun Sayangnya, kondisi jembatan saat ini semakin lama semakin memprihatinkan. Lantai jembatan yang dari papan kayu, sudah banyak yang lapuk.

Untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan akhirnya masyarakat membongkar lantai jembatan dan menggantinya dengan papan yang layak. Itu dilakukan secara swadaya oleh masyarakat Setia Budi dan sekitarnya.

“Secara swadaya kami ganti papan yang sudah lapuk dengan papan yang layak. Tapi sifatnya hanya tambal sulam. Karena dananya dari masyarakat jumlahnya gak banyak. Yang penting kami bisa lewat dulu dengan aman,” bener Kades dikonfirmasi kemarin (22/7).

Ditambahkan Kades, masyarakat sangat berharap jembatan tersebut bisa segera dapat sentuhan pembangunan dari APBD. kalau mengandalkan swadaya masyarakat, tidak lama, kondisi jembatan kembali rusak.

“Saya pikir kalau upaya masyarakat sudah lebih dari cukup hanya untuk sekedar lewat agak nyaman dan aman di jembatan itu. Saat ini saja, lantai jembatan sudah mulai lapuk lagi,” kata Kades.

Kades mengaku, ia sudah mengadukan prihal kondisi jembatan provinsi tersebut kepada beberapa pihak. Diantaranya Anggota DPRD Provinsi, Muharamin, pihak Dinas PUPR Provinsi dan juga Dinas PUPR Mukomuko. Hanya saja hingga saat ini belum ada kejelasan.

“Saya ditanya masyarakat terus. Pak kades, jembatane kae pie?. Ditanya begitu terus. Itu artinyakan masyarakat sudah gak nyaman dengan kondisi jembatan saat ini. Ngadunya mereka (masyarakat) ya ke saya,” pungkas Jumadi.(en)