Jembatan Ketapang Memang Dialihkan

KEPAHIANG, BE – Persoalan pembangunan jembatan di Jalan Ketapang Kelurahan Dusun Kepahiang semakin memanas. Terlebih lagi perseteruan di internal Komisi III DPRD Kepahiang muncul antara Arbi SIp MM dan Hariyanto SKom MM yang ingin tetap proyek dilanjutkan dan distop.

Kemarin (19/10), sebanyak 3 orang perwakilan mahasiswa STAIN Curup asal Kepahiang mendatangi Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kepahiang. Mereka mempertanyakan asal usul proyek jembatan itu. Kedatangan mahasiswa tersebut sempat membuat Kasat Intel Polres Kepahiang dan anggotanya turut menyambangi Dinas PU.

Menariknya dalam pertemuan itu, Dinas PU Kepahiang mengakui pembangunan jembatan di Jalan Ketapang terjadi pengalihan. Rencana awalnya dibangun di Gang Devita Kelurahan Dusun Kepahiang. Pengalihan tersebut berkenaan dengan program jangka panjang Dinas PU. “Memang kita alihkan ke Gang Devita,” ungkap Sekretaris Dinas PU, Benny Irawan didampingi PPTK pembangunan jembatan Hendri Pahlevi menjelaskan kepada perwakilan mahasiswa.

Hanya saja, lanjut Benny, pengalihan pembangunan jembatan tersebut atas persetujuan RT setempat. “Yang jelas kita tidak asal mengalihkan saja,” tegasnya.

Pun begitu penjelasan itu tak sepenuhnya memuaskan perwakilan mahasiswa yang datang. Mereka tetap menyayangkan pengalihan itu tanpa sosialisasi terlebih dulu. “Apalagi pembangunan tersebut sejatinya merupakan kepentingan masyarakat itu sendiri,” singkat Devis dan Riko perwakilan mahasiswa tersebut.

Di bagian lain, pertengkaran dua politisi DPRD Kepahiang Arbi dan Hariyanto sangat disayangkan. Terkesan pembangunan jembatan tersebut sarat kepentingan. Apalagi sampai ada pengalihan lokasi pembangunannya.

“Seharusnya sebagai anggota DPRD harus memberikan contoh yang baik terutama kepada masyarkat. Kita duduk di sini sebagai wakil rakyat. Pertengkaran itu secara tidak langsung merupakan akibat jika kepentingan pribadi dicampuradukkan dengan kepentingan masyarakat banyak,” sesal Ketua Komisi I DPRD Kepahiang Edwar Samsi SIp kemarin.

Kejadian itu menunjukkan di tubuh anggota DPRD terkesan tidak kompak. Seharusnya Komisi III memberikan pengawasan sebagaimana mestinya. “Kalau di internal Komisi sendiri saling bersitegang, bagaimana bisa melakukan pengawasan. Ujung-ujungnya nanti kembali masyarakat yang kembali jadi korban, yang jelas kita sangat menyayangkan hal ini sampai terjadi,” kata Edwar.

Di bagian lain Ketua Komisi III DPRD Kepahiang Firdaus SH menegaskan akan segera memangil Dinas PU terkait pembangunan jembatan tersebut. Sementara ini dirinya memang belum bisa berkomentar terlalu jauh menyangkut proyek itu.

“Untuk mengetahui bagaimana kondisi sebenarnya kita perlu melihat Dokumen Penggunaan Anggaran (DPA). Dari dokumen itu nantinya kita bisa tahu di mana sebenarnya jembatan tersebut dibangun. Kita akan segera memanggil Dinas PU agar masalah ini bisa jelas dan dapat diselesaikan,” kata Firdaus.

Sementara itu Anggota Komisi III, Arbi SIp MM dikonfirmasi mengatakan, pembangunan jembatan itu bukan dialihkan. Memang sesuai pembahasan jembatan itu dibangun di lokasi tersebut tepatnya di Jalan Ketapang Kelurahan Dusun Kepahiang. “Kalaupun

Komisi III ingin memanggil Dinas PU, ya silakan saja. Tapi yang jelas pembangunan itu perencanaannya sudah matang. Saya berharap masalah ini jangan terlalu dipolitisir lagi,” singkat Arbi.(505)