Jembatan Gantung Butuh Perbaikan

JEMBATAN : Beginilah kondisi jembatan gantung di Desa Bajak 1 Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Benteng butuh perbaikan.
JEMBATAN : Beginilah kondisi jembatan gantung di Desa Bajak 1 Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Benteng butuh perbaikan.

TABA PENANJUNG, Bengkulu Ekspress – Kondisi jembatan gantung di Desa Bajak I, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah (benteng) saat ini mengalami kerusakan parah.

Bahkan, lantai papan jembatan sepanjang 100 meter tersebut sudah lapuk dimakan usia.

Dalam kondisi demikian, warga terpaksa melakukan perbaikan secara swadaya dengan menggunakan bambu yang diikat rapat.

“Lantai jembatan sudah mengalami kerusakan dan hanya tinggal kerangka jembatan saja,” ungkap Chandra Kirana, salah seorang petani karet saat hendak melintasi jembatan gantung, kemarin (14/1).

Dijelaskan Chandra, pembangunan jembatan telah dilakukan sejak lama jauh sebelum Kabupaten Benteng memekarkan diri. Yakni sekitar tahun 2000 lalu dan masih di bawah naungan Kabupaten Bengkulu Utara (BU).

Meskipun telah mengalami kerusakan parah, infrastrktur yang dibangun oleh pemerintah kabupaten tersebut tak kunjung dikakukan perbaikan.

“Jembatan ini digunakan oleh sekitar 300 orang petani, yang berasal dari warga setempat dan warga sekitar desa. Sampai saat ini, kondisinya masih memprihatinkan,” beber Chandra.

Chandra mengatakan, bahwa belum adanya akses yang memadai berimbas pada penghasilan warga yang berprofesi sebagai petani.

Selain menyulitkan petani untuk mengangkut hasil perkebunan dan pertanian, harga yang ditawarkan oleh para pengepul atau tengkulak pun jauh dibawah harga pasaran.

“Dengan ada akses jalan yang lancar, hasil penjualan komoditas pertanian diharapkan lebih meningkat. Sebab itulah, besar harapan kami kiranya agar jembatan segera diperbaiki atau bahkan ditingkatkan menjadi jembatan permanen,” pintanya.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Bajak I, Sian Irama Sakti SIP membenarkan adanya kerusakan jembatan gantung didesanya. Tak berdiam diri, Pemerintah Desa (Pemdes) telah menyampaikan usulan ke Pemda melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis. Baik ke Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan (Banrenlitbang) ataupun Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Benteng.

“Usulan tentu saja sudah disampaikan sejak lama. Sayangnya, sampai saat ini belum ada tanggapan,” kata Kades.

Tak hanya bergantung pada suntikan dana dari Pemerintah Daerah, Irama mengaku akan berusaha melakukan perbaikan dengan menggunakan dana yang bersumber dari pendapatan asli desa (PADes).

“Saat ini PADes sudah terkumpul Rp 12 juta. Akan tetapi, dengan dana tersebut, kami hanya mampu melakukan pengelasan terhadap tali pengait jembatan yang jumlahnya tak sedikit,” demikian Kades.(135)