Jembatan Ditambal Kayu

LEBONG UTARA, BE- Jembatan yang menghubungkan Kelurahan Kampung Jawa-Desa Lebong Tambang, Kecamatan Lebong Utara, saat ini keadaannya nyaris putus. Jembatan dengan lebar 3 meter dan panjang sekitar 6 meter yang dibangun tahun 1980-an ini kondisinya sudah cukup memprihatinkan. Jika tidak secepatnya diperbaiki maka salah satu jalan utama ini tidak dapat dilintasi lagi. Untuk sementara, Dinas PU melalui Bagian Binamarga telah menutup lobang jembatan tersebut secara darurat dengan menggunakan papan agar dapat dilalui kendaraan roda empat. “Ya sementara ini, agar dapat dilalui kendaraan khususnya kendaraan roda empat, jembatan yang nyaris putus tersebut kita kasih kayu jenis smalo tiga keping agar dapat menutupi lobang jalan tersebut. Namun jembatan tersebut hanya dapat dilalui kendaraan dengan kapasitas maksimal 5 ton,” jelas Kepala Dinas PU Ir Syafrudin ABD melalui Kabid Binamarga Ferdinan Agustian ST kepada wartawan kemarin. Dikatakan Agustian, untuk perehaban jembatan tersebut pada tahun ini belum dapat dibangun, sebab jembatan di Kelurahan Kp Jawa tersebut di tahun 2012 ini belum dianggarkan. “Tahun ini tampaknya jembatan ini tidak masuk dalam anggaran, insyaallah akan kita anggarkan di tahun 2013 nanti. Sebab jembatan ini sangat butuh perbaikan, jika putus maka akan memutuskan akses transformasi dari Kelurahan Kampung Jawa ke Desa Lebong Tambang,” kata Agustian.

Sebelumnya, Lurah Kampung Jawa Hendra Eka Saputra SSTP mengatakan kerusakan jembatan tersebut sudah terjadi sekitar enam bulan belakangan, penyebab kerusakan ini selain faktor sudah tua juga akibat seringnya dilintasi kendaraan pengakut material yang bermuatan berat. “Kita suudah melaporkan ini ke Dinas PU dan diajukan dalam program tahun 2012. Kondisi jembatan yang sudah tua dan dilintasi kendaraan pengangkut material menjadikan bantalan jembatan amblas, untungnya belum seluruh jembatan yang putus. Mudah-mudahan tahun depan bisa di perbaiki,” kata Hendra. Kondisi jembatan yang sudah mengalami kerusakan tersebut, sudah sering menimbulkan beberapa kali kecelakaan, terutama pada malah hari. Ia juga sudah melakukan musyawarah dengan masyarakat sekitar Lokasi jembatan tersebut agar menghibahkan tanahnya jika nantinya dilakukan perbaikan dengan meluruskan tikungan yang persis terjadi dilokasi jembatan. “Dari hasil musyawarah, warga siap merelakan tanahnya jika memang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan tersebut. Di usulan yang kami ajukan, jembatan tersebut diganti dan meluruskan jalan di lokasi tersebut. Mudah-mudahan tahun depan usulan yang kita ajukan ini diakomodir di APBD agar perbaikan jembatan bisa dilakukan,” pungkas Hendra. (777)