Jembatan Ambruk, Motor Terjun Bebas

ERICK/Bengkulu Ekspress AMBRUK: Jembatan pengubung Desa Suka Datang dengan Desa Suka Datang I Kecamatan Pelabai, ambruk dan putus total akibat cuaca ekstrim.

LEBONG, Bengkulu Ekspress – Cuaca ekstrim yang terjadi di Kabupaten Lebong dalam beberapa hari lalu, membuat banyaknya terjadi bencana alam. Seperti tanah longsor, banjir dan yang terbaru ambruknya jembatan penghubung Desa Suka Datang dengan Desa Suka Datang I Kecamatan Pelabai. Jembatan tersebut telah ambruk, pada Sabtu (9/2) malam sekitar pukul 23.30 WIB.

Itu setelah salah seorang warga Desa Kota Batu Santan kecamatan Pelabai bernama Robi yang mengendarai sepeda motor jenis Honda Blade dengan nomor polisi BD 4390 HC terjun bebas. Sebab, tidak mengetahui jembatan dengan panjang 10 meter dan lebar 3 meter telah ambruk ke dasar jembatan yang dalamnya mencapai 8 meter.

Beruntung korban cepat diektahui oleh warga setempat dan langsung diberikan pertolongan. Beruntung akibat terjun bebas dan hanya mengalami luka ringan dan langsung dibawa warga untuk mendapatkan pertolongan dari bidan setempat. Sementara kendaraan korban yang berada di dasar jembatan langsung dievakuasi masyarakat dengan cara ditarik menggunakan tali.



Kemarin (10/02), warga yang dibantu oleh kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membuat jembatan alternatif sementara di samping jembatan yang ambruk tersebut. Kepala Desa Suka Datang Kecamatan Pelabai, Suan mengatakan, pihaknya bersama warga tidak mengetahui jika jembatan tersebut telah ambruk. Karena sebagian besar warga telah tidur dan baru mengetahui setelah ada jatuh korban.

“Beruntung korban diketahui oleh warga, dimana korban hanya mengalami luka lecet dibeberapa bagian tubuhnya dan terkilir pada tangan dan kaki,” jelasnya, kemarin (10/02).

Ditambahkan Suan, jembatan tersebut dibangun pada tahun 1994 yang lalu. Walaupun demikian, kondisi jembatan masih sangat bagus. Namun karena diguyur hujan terus menerus, pondasi disalah satu ujung jembatan terkikis atau mengalami abrasi.

“Namun ambruknya jembatan telah kita sampaikan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong dan berharap bisa segera diperbaiki,” sampainya.

Sementara itu, Bupati Lebong, H Rosjonsyah SIP MSi mengatakan, bahwa dirinya akan memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (Dinas PUPRP) dan BPBD untuk membuat jembatan darurat yang nantinya bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat. “Kita ketahui bahwa jembatan tersebut merupakan jalan yang biasa digunakan masyarakat untuk itulah jembatan harus cepat diperbaiki,” sampainya. Bupati juga memerintahkan, agar di kawasan jalan lintas Lebong- Bengkulu Utara dan Lebong-Rejang Lebong untuk disiagakan alat berat. “Agar ketika ada musibah tanah longsor, jalan bisa cepat ditanggulangi,” ucapnya.

Karena Lebong baru memiliki 2 akses jalan penghubung. Jika kedua jalan tersebut putus, maka dipastikan Kabupaten Lebong akan terisolir dan itu akan sangat merugikan Kabupaten Lebong. “Selain itu, kepada masyarakat Lebong diharapkan agar bisa selalu waspada terhadap bencana alam yang sewaktu-waktu bisa terjadi pada kondisi cuaca saat ini,” imbau Bupati.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Lebong, Fackhrurrazi SSos MSi mengatakan, bahwa pihaknya bersama Dinas PUPRP, TNI dan Polri serta masyarakat terus berupaya untuk menyingkirkan material longsor. “Seperti longsor yang terjadi dijalan lintas Lebong-Curup hari ini (kemarin), kita meminta bantuan alat berat dari PT Pertamina Gheotermal Energi untuk bisa menyingkirkan material longsor,” singkatnya.

Kapolres Lebong, AKBP Andree Ghama Putra SH SIk mengimbau, kepada seluruh masyarakat yang berada di daerah rawan bencana, untuk selalu waspada. Termasuk masyarakat pengguna jalan ketika melintas di jalan lintas Lebong-Bengkulu Utara dan Lebong-Curup yang mana kawasan jalan lintas tersebut banyak terdapat titik-titik rawan longsor. “Jika sedang hujan, pengguna jalan untuk waspada, jika perlu berhenti ditempat yang aman menunggu hujan berhenti,” imbau Kapolres.(614)