Jelang Puncak Haji Waspadai Krisis Air

Kota Makkah terus dibanjiri jamaah haji dari seluruh dunia. Lebih dari 2,5 juta umat Islam berada di Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam kelima.

Jelang puncak haji 1433H, ancaman krisis air bersih perlu diwaspadai. Kepala Daerah Kerja Makkah, Arsyad Hidayat, meminta kepada petugas haji yang ada di setiap sektor untuk memonitor ketersediaan air bersih.

”Jangan sampai ada pemondokan yang kekurangan air bersih,” ujar Arsyad. Terlebih, kata dia, menjelang puncak haji seluruh pemondokan akan terisi penuh. Apalagi, jamaah calon haji Indonesia dikenal boros dalam menggunakan air bersih.

Arsyad meminta agar pemeriksaan stok air bersih dilakukan secara berkala. Sehingga, begitu ketersedian air di penampungan sudah tinggal separuh, maka petugas perumahaan harus segera memesan air kepada pemilik pemondokan.

”Jangan sampai membiarkan tempat penampungan air kosong,” ungkap dia. Dalam kondisi kota Makkah yang sangat padat, tutur Arsyad, tanki air akan terlambat datang ke pemondokan. ”Karena jalan-jalan akan macet.”

Pihaknya menegaskan tahun ini tak boleh ada jamaah haji yang mengeluh karena tak ada air di pemondokan. Untuk itu, permintaan pasokan air bersih di pemondokan jamaah harus dilakukan lebih cepat.

Arsyad juga mengimbau kepada jamaah calon haji Indonesia untuk menggunakan air secara bijaksana. Menurut dia, kondisi di Tanah Suci berbeda dengan di Indonesia.

”Banyak jamaah haji yang berasal dari daerah lupa menutup keran karena di daerahnya melimpah air bersih,” tutur Arsyad. Di kalangan pemilik pemondokan, jamaah Indonesia dikenal paling boros air.(**)