Jelang Pilwakot, Disdukcapil Kota Bengkulu Diminta Perbaiki Pelayanan KTP-el

Dinas Dukcapil Kota BengkuluBENGKULU, bengkuluekspress.com – Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Selasa (17/4/18), menggelar hearing bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bengkulu. Terkait pelayanan yang banyak dikeluhkan masyarakat, serta proses pendataan kependudukan menjelang pelaksanaan pemilihan walikota Bengkulu, saat ini.

Hearing dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Mardiyanti dan dihadiri anggota komisi I Hamsi, Muryadi, Imran Hanafi juga Bahyudin Basrah.Hadir pula Sudarto, selaku kepala Disdukcapil Kota Bengkulu didampingi Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil, Widodo.

Dalam hearing ini, dewan berharap agar dilakukan perbaikan pelayanan administrasi kependudukan seperti pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el), yang sampai sekarang masih dikeluhkan masyarakat.

Karena lambannya penerbitan KTP-el. Disamping itu juga masih kerap ditemukan praktik pungutan liar dalam upaya percepatan penerbitan kartu kependudukan tersebut. Seperti yang disampaikan Anggota Komisi I lainnya Hamsi, Muryadi, Imran Hanafi juga Bahyudin Basrah.

Dewan mengimbau, agar pimpinan Disdukcapil, selain memberikan teguran kepada bawahannya yang nakal, juga memasang Closed Circuit Television (CCTV) untuk melakukan pengawasan, sehingga praktek kecurangan itu bisa diminimalisir.

“Sebaiknya dipasang juga CCTV agar interaksi yang tidak diinginkan ini bisa terpantau,” ujar Hamsi.

Sementara itu, berkaitan dengan persiapan pilwakot, dewan juga berpesan, agar Disdukcapil segera menyelesaikan proses perekaman sebanyak 17 ribu data warga wajib KTP, agar tidak ada hambatan dalam pemilihan.

Dewan juga meminta agar Kepala Dinas, Sudarto, yang saat hearing didampingi Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil Widodo, melakukan perbaikan sarana kantor, mulai dari tempat parkir, ruang pelayanan sampai sarana penunjang, seperti mushala dan toilet, serta ruang khusus menyusui bagi ibu dan anak, sehingga memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan pengurusan di kantor tersebut.

“Perbaikan sarana penunjang ini penting agar masyarakat yang berurusan nantinya bisa nyaman,” ujar Mardiyanti memberikan masukan bagi Dukcapil.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Dukcapil Kota Bengkulu Sudarto mengatakan, proses pembuatan KTP elektronik memang mengalami kendala. Karena keterbatasan alat yang hanya menyisakan satu unit. Untuk memaksimalkan proses pencetakan tidak jarang petugas Disdukcapil harus lembur hingga malam.

Hanya saja, tahun ini, menurut Sudarto, Disdukcapil sudah mengusulkan penambahan peralatan yang diharapkan dapat disetujui. Untuk proses perekaman KTP yang menyisakan data 17 ribu warga menurutnya data tersebut adalah data per semester pertama 2017, yang pada semester kedua sudah jauh bekurang dan terus diupayakan tuntas ditahun ini.

“Tahun ini sudah kita ajukan untuk penambahan peralatan. Kalau data yang 17 ribu itu sudah banyak berkurang di semester kedua, sisanya tahun ini akan kita upayakan tuntas semua,” ujar Sudarto.

Terkait perbaikan sarana dan prasarana di Disdukcapil dalam upaya perbaikan pelayanan dan memberikan kenyamanan bagi warga, dikatakan Sudarto, pada tahun ini Disdukcapil juga sudah mengajukan usulan anggaran kisaran Rp 5 miliar untuk keseluruhan rencana perbaikan gedung yang diharapkan juga mendapat dukungan dari DPRD Kota Bengkulu. (ibe)