Jelang Natal dan Tahun Baru Telur Ayam Naik, Beras dan Daging Stabil


=foto
DOK/Bengkulu EkspressĀ 
Harga telur ayam di sejumlah pasar di Kota Bengkulu mulai merangkak naik.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2019, harga telur ayam di sejumlah pasar di Kota Bengkulu mengalami kenaikan. Bahkan, sejak 2 minggu terakhir, harga telur telah merangkak naik dari Rp 42 ribu menjadi Rp 48 ribu per karpet.

Pedagang Telur di Pasar Tradisional Modern (PTM) Kota Bengkulu, Amir (52) mengaku kenaikan harga telur bervariasi, rata-rata pedagang menjual dengan harga Rp 48 ribu per karpet. Namun, ada juga menjual dengan harga yang lebih tinggi.

“Sudah dua mingguan. Sekarang saya jual Rp 46 ribu per karpet dari Rp 42 ribu. Namun beberapa pedagang rata-rata sudah menjual Rp 48 ribu. Ada yang sudah Rp 50 ribu,” kata Amir, kemarin.

Ia mengatakan, kenaikan harga telur ayam ini biasa terjadi menjelang hari raya Natal dan tahun baru. Setelah Natal dan tahun biasanya harga akan kembali turun. “Tiap tahun sama. Rata-rata tiap tahun memang merangkak naik. Tahun lalu sampai Rp 60 ribu per karpet,” ujar Amir.

Ia memprediksi harga telur ke depannya masih akan merangkak naik. Akan tetapi, kenaikannya masih menunggu dari pemasok. Pasalnya, jika telur ayam yang dibeli dari pemasok naik, pihaknya juga akan menaikkan harga yang akan dijual ke masyarakat. “Kita tinggal menunggu pasokan yang akan datang. Biasanya 4 sampai 5 hari pasokan baru masuk,” tutupnya.

Pedagang lain, Ucok Sinaga (46) mengatakan, harga telur memang mengalami kenaikan. Ia bahkan sudah menjual Rp 52 ribu per karpet. Hal ini dilakukan lantaran persediaan telur yang sedikit dan menjelang akhir tahun. “Harga telur ayam naik. Dari Rp 44 ribu ke Rp 52 ribu per karpet,” tukas Ucok.

Meskipun harga telur mengalami kenaikan, harga beras di pasar tradisional atau tingkat pengecer masih stabil. Ali (51), salah seorang pedagang beras di Pasar Tradisional Modern Kota Bengkulu menjual beras lokal seharga Rp 10.500 per kg, beras IR 64 Rp 12.500 ribu per kg, Saigon Rp 14 ribu, dan Pandan Wangi Rp 15 ribu.”Harga beras tidak naik,” tutur Ali.

Sementara itu, harga komoditas cabai cenderung mengalami penurunan. Seorang pedagang di Pasar Tradisional Kota Bengkulu, Siska (38) menjual cabai rawit merah, rawit hijau, dan merah keriting masing-masing seharga Rp 35 ribu per kg. Harga ini lebih rendah Rp 10 ribu dari yang awalnya Rp 45 ribu per kg. Bahkan, ia mengaku, harga cabai sudah turun sejak dua hari yang lalu.”Ini lagi turun. Mungkin karena musim hujan juga,” ujar Siska.

Adapun bawang putih dijual seharga Rp 30 ribu per kg dan bawang merah Rp 32 per kg. Harga bawang merah ini naik sejak seminggu lalu dari Rp 28 ribu per kg. Sementara itu, harga daging ayam dan sapi juga terpantau stabil. Daging ayam dipasarkan dengan kisaran harga Rp 40 ribu. Sedangkan daging sapi dijual seharga Rp 130 ribu per kg. (999)