Jelang Lebaran, TPID Harus Terus Bekerja

REWA/Bengkulu Ekspress Pusat perbelanjaan di Bengkulu memberikan diskon besar-besaran menjelang Idul Fitri 1440 H.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Tim pengendali inflasi daerah (TPID) harus terus bekerja turun ke lapangan untuk memantau bahan-bahan pokok menjelang Lebaran Idul Fitri 1440 H/2019 ini. Hal tersebut dilakukan agar harga bahan pokok di pasar tetap terkendali sehingga inflasi tak membebani masyarakat.

Anggota Komisi XI DPR RI, dr Anarulita Muchtar mengaku, untuk menjadi ekonomi di Bengkulu agar tetap baik, langkah yang dilakukan yaitu TPID harus terus melakukan pemantauan terhadap beberapa harga bahan pokok seperti bawang putih dan daging ayam. Itu dilakukan mengingat, komoditas tersebut kerap menjadi penyebab inflasi daerah pada saat Ramadan dan menjelang lebaran.

“TPID harus melakukan pemantauan saat Ramadan dan menjelang lebaran, sehingga harga kebutuhan bahan pokok tetap rendah,” kata Anarulita, kemarin (27/5).

Ia menjelaskan, naiknya harga-harga sejumlah bahan pokok itu akan berpengaruh terhadap inflasi. Sebab, inflasi yang terlalu lama akan menimbulkan gejolak yang tidak bagus untuk pasar. Selain bahan makanan, Ia juga berharap TPID dapat memantau bahan bakar minyak (BBM). Sebab, pasokan bahan bakar juga akan memengaruhi inflasi. “Elpiji dan SPBU harus ikut dipantau, jangan tidak, karena pasokan juga bisa berpengaruh ke Inflasi,” jelas Anarulita.



Selain itu, Ia berharap Pemerintah juga bisa ikut mendorong agar harga tiket pesawat turun. Pasalnya hingga saat ini harga tiket pesawat belum juga mengalami penurunan. Bahkan untuk tujuan Bengkulu-Jakarta termurah masih Rp 1 juta, sementara paling mahal sudah menyentuh harga Rp 1,3 juta.”Tiket pesawat juga masih mahal, pemerintah harus pikirkan itu, bagaimana solusinya, kasihan daerah kalau seperti ini terus,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua TPID Bengkulu, Ansori Tawakal SE mengatakan, pihaknya bersama satgas pangan rutin melakukan pemantauan di pasar terkait harga komoditas. Ini dilakukan sebagai bentuk upaya mencegah adanya penimbunan dan minimnya pasokan dipasar. Bahkan pihaknya juga bekerjasama dengan OPD dan instansi terkait untuk menggelar pasar murah.

“Semua itu kami lakukan agar harga komoditas di Bengkulu tetap stabil dan tidak terjadi inflasi yang berlebihan didaerah,” tuturnya.

Disisi lain, mengenai masih mahalnya harga tiket pesawat, pihaknya tidak dapat berbuat banyak. Pasalnya penentuan harga tiket tidak diatur oleh Pemerintah Daerah akan tetapi berada dibawah kewenangan Kemenhub dan Maskapai.  “Meski begitu, kami berharap masyarakat bisa dengan bijak memilih angkutan transportasinya, kalau tiket pesawat mahal, bisa naik bus,” tutupnya.(999)