JCH RL Tergabung di Kloter Delapan

2 Tomas Diberangkatkan

CURUP, BE – Jemaah calon haji (JCH) Kabupaten Rejang Lebong tahun ini diberangkatkan dalam satu kloter, yakni tergabung dalam kloter delapan melalui embarkasi Padang. JCH asal RL tersebut bergabung dengan para jemaah dari Kabupaten Bengkulu Selatan.
“Mereka akan dilepas secara resmi oleh pemerintah daerah 27 September mendatang, untuk diberangkatkan ke embar kasih Padang menggunakan 7 mobil bus Family Raya,” kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Rejang Lebong, H M Yamin D SH ditemui Bengkulu Ekspress di ruang kerjanya, kemarin.
Total jemaah haji RL yang akan diberangkatkan sebanyak 235 orang, dengan 5 kuota tambahan, masing-masing kuota tambahan usia lanjut, 2 jemaah mutasi dari Kabupaten Lebong, dan 2 orang jemaah dari Seluma. “Para jemaah akan diberangkatkan ke Jedah Arab Saudi melalui embarkasi Padang 29 September, dengan terlebih dahulu menginap di Asrama Haji Padang,” terang Yamin.
Sesampai di Arab Saudi, sambung Yamin, para jemaah akan menempati maktab 27 di daerah Jarwal, dengan didampingi TPHI, TPIHI, serta petugas kesehatan terdiri dr M Mudi dari rumah sakit M Yunus, serta dua para medis dari RSUD Curup dan rumah sakit umum Manna, Bengkulu Selatan.
Sementara itu, terkait dua orang imam atau tokoh masyarakat yang akan diberangkatkan melalui dana APBD RL, mereka adalah anggota BMA Kabupaten RL Alirudin dan Rusdi, imam Desa Blumai Kecamatan Padang Ulak Tanding. “Pak Alirudin sudah dipastikan berangkat, sedangkan pak Rusdi masih belum final. Karena mereka kita berangkatkan melalui perjuangan kuota tambahan. Keputusannya tanggal 25 September mendatang, tergantung kebijakan Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama RI, namun tetap kita perjuangkan,” ujar Yamin.
Sebelumnya, sambung Yamin, pihaknya sudah melakukan seleksi terhadap tokoh masyarakat dan tokoh agama yang berhak mendapatkan reward berupa keberangkatan haji melalui bantuan APBD RL. “Seleksinya terkait pengetahuan agama, dan pertimbangan peran mereka di masyarakat terhadap pembinaan keagamaan dan adat kepada masyarakat,” terang Yamin. (999)