Jawa dan Sumatera Penentu Kemenangan

83prabowojokowi
Foto : IST

JAKARTA,Bengkulu Ekspress– Jawa dan Sumatera bisa jadi bakal disasar bakal calon presiden dan wakil presiden di pilpres 2019 mendatang. Pasalnya, kedua pulau itu merupakan provinsi yang menyumbang lumbung suara nasional.

Founder Alvara Reasearch Center (ARC) Hasanuddin Ali menyebutkan, penguasaan suara di kedua provinsi itu dapat menjadi salah satu aspek yang menentukan kemenangan di pilpres 2019. Dalam temuannya, baik Prabowo-Sandi maupun Jokowi-Ma’ruf saling memegang kunci suara di salah satu wilayah tersebut.

Di Sumatera, pasangan Prabowo-Sandi berhasil memenangkan suara dengan perolehan 48,9 persen, sedangkan rivalnya, Jokowi-Ma’ruf hanya mendapatkan 41 persen suara. Sementara itu yang tidak memilih sebesar 10,2 persen. “Pemilih Jasuma (Jawa Sumatera) ini pemilih paling besar,” ujar Hasanuddin di Hotel Oria, Jakarta Pusat, Munggu (26/8).

Di samping itu, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin unggul di pulau Jawa. Keunggulan petahana itu memang meyakinkan. Pasalnya, mereka unggul jauh dari rivalnya, Prabowo-Sandiaga.

“Kalau di Jawa Pak Jokowi-Ma’ruf Amin 61,7 persen, Pak Prabowo-Sandi 27,5 persen, dan yang belum memutuskan pilihan 10,9 persen,” jelasnya.

Dia mengatakan, suara pemilih pemula (Gen Z dan Milenial) dan pemilih muslim akan menjadi rebutan di Pilpres 2019 mendatang. Baik kubu Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga dibutuhkan untuk mempersiapkan strategi jitu untuk merebut hati ceruk pemilih tersebut.

Pemilih pemula saat ini memiliki suara mayoritas yakni sebesar 52 persen suara di Pilpres 2019 mendatang. Sedangkan pemilih muslim saat ini memiliki suara sebesar 87,6 persen. Di generasi Z yang berkisar umur 17-22 tahun, Jokowi-Ma’ruf masih mengungguli rivalnya dengan perolehan 45,9 persen, sedangkan Prabowo-Sandi hanya sebesar 40,1 persen. Sementara itu yang belum menentukan pilihan sebesar 14 persen.

Di samping itu, pada generasi milenial yang berkisar umur 22-27 tahun juga Jokowi-Ma’ruf masih mengungguli Prabowo-Sandi. Yakni, 52,3 persen berbanding 36,3 persen suara dan yang belum memilih sebesar 11,4 persen. “Pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin masih unggul di semua kelompok Usia. Namun pada pemilih Gen Z, margin keunggulannya tidak terpaut jauh,” katanya.

Lebih lanjut, Hasan menyebutkan dalam suara pemilih muslim, pasangan Jokowi-Ma’ruf juga masih ungguli rivalnya. Mereka meraup sebesar 52,2 persen suara pimilih muslim, sedangkan Prabowo-Sandi hanya mendapatkan sebesar 36,3 persen suara. Sementara itu yang belum menentukan sebesar 11,4 persen. “Pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin saat ini lebih unggul dibanding Prabowo-Sandi pada pemilih muslim dengan margin hampir 16 persen,” pungkasnya.

Disisi lain, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) rupanya belum bisa mengkonsolidasikan simpatisan dan pemilihnya untuk mendukung keputusan partainya untuk memilih Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Pilpres 2019 mendatang. Hal itu terungkap pada hasil temuan Alvara Reasearch Center (ARC).



Hasanuddin Ali menyebutkan, partai besutan Sohibul Iman itu paling tidak solid dibandingkan parpol koalisi Prabowo-Sandi lainnya. Sebab, hanya sebesar 53,3 persen relawan dan simpatisannya yang setuju dengan pasangan tersebut. Sementara itu, partai Gerindra parpol yang dianggap paling solid mencalonkan Prabowo-Sandi dengan 87,5 persen, disusul dengan PAN sebesar 72,5 persen dan partai Demokrat memperoleh 63,9 persen. “Karena kita tahu biasanya PKS itu partai yang solid mendukung paslon yang diusung,” ujarnya.

Menurut Hasan, ketidaksolidan partai berbasis massa Islam itu lantaran kecewa atas tidak dipilihnya 9 nama yang diusung PKS sebagai cawapres. Baginya, keputusan itu bisa jadi menjadi efek kejut dari pemilih PKS. “Kita bisa melihat ternyata Pak Prabowo lebih memilih kader Gerindra sendiri juga ya Sandiaga Uno. Sehingga ada unsur kejut juga kekecewaan mereka terhadap pasangan ini ya,” pungkasnya.

ARC melakukan survei pada 12-18 Agustus 2018. Riset menggunakan multistage random sampling dengan melibatkan 1500 responden berusia 17 tahun ke atas. Sampel diambil di seluruh provinsi Indonesia. Margin of error 2,53 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.(aim/JPC)