Jatah Raskin Berkurang Penyaluran Tertunda

BENGKULU, BE – Penyaluran beras miskin di Provinsi Bengkulu mengalami keterlambatan, akibat ada protes dari tiga kabupaten pemerima karena jatah mereka berkurang. Pemprov Bengkulu tidak bisa membuat Surat Keputusan (SK) penyalurannya, jika protes dari tiga kabupaten meliputi Lebong, Bengkulu Tengah dan Kabupaten Kaur belum diselesaikan. Ini diungkapkan Asisten II Setda Pemprov HM Nashsyah, kemarin. “Kita menunggu penyelesaian dari tiga kabupaten itu, Senin (2/7) jika sudah rampung, maka segera akan dibuat SK penyaluran oleh Gubernur Bengkulu,” katanya.┬áIa mengatakan, ketiga kabupaten itu protes karena berdasarkan hasil Sensus Nasional(Sesnas) 2012 daerah itu terjadi penurunan jumlah keluarga miskin, sedangkan tujuh kabupaten/kota lainnya seperti biasa dan bahkan ada kenaikan.Mereka khawatir jatah beras bagi warga miskin (Raskin) di daerah itu berkurang, padahal menurut versi tiga daerah itu jumlah warga miskin belum berkurang. Berdasarkan pengurangan tersebut, maka tiga kabupaten itu protes, sehingga tim versifikasi kembali mendata ulang sesuai dengan jumlah warga miskin di daerah itu.”Mestinya penyaluran Raskin di Provinsi Bengkulu priode Juni-Desember 2012 sudah disalurkan awal Juni lalu, namun akibat masih ada persoalan tersebut, maka tertunda hingga awal Juli 2012,” katanya.Pada penyaluran Juni-Desember 2012 seluruh daerah akan menerima termasuk Kabupaten Mukomuko yang selama ini tidak menerima Raskin, tapi periode tersebut tidak komplin dan akan menerima raskin. “Kami yakin Raskin di Bengkulu akan disalurkan awal Juli 2012, dengan demikian masyarakat mohon bersabar,” pintanya.Kepala Divisi Regional Bulog Bengkulu, Riskan Nasution mengatakan, pihaknya selalu siap untuk penyalurkan raskin tersebut, setelah SK Gubernur Bengkulu keluar. Penyaluran raskin priode Juni-Desember 2012 ada tiga kabupaten yang berkurang jumlah warga miskinya meliputi Kabupaten Bengkulu Tengah, Lebong dan Kabupaten Kaur. “Berdasarkan hasil sensus nasional untuk Kabupaten Lebong dari sebelumnya 8.188 rumah tangga sasaran (RTS) menjadi 7.631 rts. Kabupaten Kaur tutun menjadi 8.964 rts dari sebelumnya 12.185 RTS dan Kabupaten Bengkulu Tengah dari 12.792 RTS turun menjadi 5.064 RTS,” ujarnya. (100)