Jarto: Berita Harus Berlandaskan Kode Etik

Angga Dwinka - Jarto TariganBENGKULU, bengkuluekspress.com – Mendekati Pilkada Serentak 9 Desember 2015 isu black campaign atau kampanye hitam banyak diperbincangkan. Terlebih setelah diamankannya ratusan ribu eksemplar Koran Bengkulu oleh Bawaslu dan Polda Bengkulu. Koran tersebut terindikasi melakukan kampanye hitam. Isu ini pun semakin mencuat. 

Dengan itu, Aliansi Jurnalis Muda Bengkulu mengadakan diskusi publik membahas mengenai kampanye hitam di Kedai Kopi Luwak Kota Bengkulu, Jumat (6/11/2015). 

Dalam kesempatan itu, Dosen Fisipol Jurusan Komunikasi dari Universitas Bengkulu Jarto Tarigan mengatakan, pemberitaan baik dan buruk sah-sah saja diberitakan oleh suatu media. Dengan catatan pemberitaan harus berlandaskan dengan fakta dan tidak mengandung fitnah.

“Tidak semua berita buruk bisa diberitakan dan dikonsumsi publik. Berita harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara kita,” jelasnya, Jumat (6/11/2015).

Ditambahkannya, setiap berita yang ditampilkan oleh media juga harus berlandaskan dengan kode etik jurnalis yang sudah diatur oleh Dewan Pers.

“Sesuai dengan kode etik berita harus berimbang, objektif dan sesuai fakta,” katanya.

Mengenai dua koran yang diduga black campaign, Jarto sendiri belum bisa memberikan penilaian. Sebab dirinya belum pernah sekalipun membaca surat kabar mingguan tersebut. (Dil)