Jaringan JAD Terus Diburu

teroris
foto : ist

Keluarga Terduga Teroris Shock

BENGKULU, Bengkulu Ekspress- Polri akan terus melakukan pengejaran terhadap jaringan teroris. Perburuan dilakukan pada semua jaringan teroris, terutama pada jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Hal ini diungkapkan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto, kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, baru-baru ini.

“Kami masih terus (melakukan operasi pengejaran). Kemudian kami akan kejar terus semua yang terkait dengan jaringan-jaringan (teroris) ini,” ujar Setyo.

Pengejaran yang dilakukan ini juga dilakukan guna mengantisipasi pergerakan para kelompok teroris itu.  Setyo mengatakan kelompok teroris yang saat ini diduga melakukan pergerakan adalah kelompok JAD. Polisi sendiri telah mengantongi data-data anggota JAD, sehingga jenderal bintang dua ini mengatakan pihaknya tinggal memburu para anggota JAD tersebut.



“Ya kan kita sudah dapat data-data (terduga teroris)-nya. Tinggal kita kejar saja mereka. Kita sudah tahu semua. Sementara ini (target operasi) JAD. Kita sudah tahu semua jaringannya. Tinggal kami pelan-pelan tangkap,” tandasnya.

Sementara itu, pasca diamankan Detasemen Khusus 88 anti teror Mabes Polri, dikawal personil Brimob bersenjata lengkap Sabtu (11/8) pagi sekitar pukul 09.30 WIB, Istri dan adik ipar WD berinisial BS dan UC telah dikembalikan ke rumahnya di Kelurahan Pasar Baru, Kota Bengkulu.

Istri dan adik ipar WD sempat diperiksa di Mapolda Bengkulu secara rahasia dan tertutup oleh Densus 88 Mabes Polri. Sayangnya yang bersangkutan belum bisa temui wartawan,dengan alasan masih dalam keadaan trauma. “Maaf ya rekan-rekan media sekalian, berhubung BS masih sangat shock dan trauma sehinggga belum bisa ditemui oleh siapa pun,” terang salah satu keluarga dan sahabat dari WD, yang enggan disebutkan namanya kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (12/8)

Saat ditanya seputar kehidupan sehari-hari WD dan BS, sahabatnya tersebut menyebutkan, bahwa WD dalam bergaul di lingkungan sekitar sini tidak pernah ada masalah sedikitpun. Bahkan kebanyakan anggota pengajiannya rata-rata ibu-ibu semua.  “Sangking dekatnya dengan jamaah pengajian itu, WD pun pernah diberangkatkan umrah dari dana yang dikumpulkan para ibu-ibu pengajian,” ucapnya.

Ia mengatakan, dirinya sudah menjadi sahabat WD sejak tahun 2004 yang silam, terakhir dirinya bertemu dengan WD pada pertengahan bulan Juli 2018 di wisata Taman Berkas Pantai Panjang Bengkulu. “Terakhir saya ketemu WD di lokasi itu, memang pada saat pertemuan itu, WD banyak cerita terkait dirinya sudah menjadi target dari pihak kepolisian atau sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO),” ucapnya.

Ia mengatakan, WD pernah bercerita jika dirinya sudah difitnah dan dizalimi oleh orang-orang, sehingga jika nanti dirinya meninggal, biarlah Allah SWT yang membalasnya. “Jangankan mau ngebom, nyubit atau nyakiti orang saja WD tidak pernah,” tutur sahabat WD tersebut kepada Bengkulu Ekspress saat ditemui.

Ia mengatakan, saat ini pihak keluarga tidak tahu dimana keberadaan WD, bahkan saat dilakukan pemeriksaan terhadap BS. Tim Densus 88 tidak memberi tahu sedikit pun dimana WD dibawa. “Sampai saat ini kita benar-benar tidak tahu dimana WD bersama 5 terduga lainnya dibawa, kita hanya bisa berdoa agar WD bisa sehat terus dan nantinya bisa berkumpul kembali bersama istri dan kedua anaknya,” jelasnya.

Terkait ditanya perihal penangkapan dan pemeriksaan terhadap BS, sahabat WD menyebutkan, seperti penjelasan BS jika dirinya hanya diperiksa seputar kegiatan sehari-hari dan apa yang dilakukan WD selain berjualan kue tersebut. “Ya seputar kehidupan sehari-hari tulah tidak ada yang lain, namun proses penangkapan dan pemeriksaan itulah yang membuat Bs shock dan trauma,” bebernya. Dari pantauan tim Bengkulu Ekspress, saat ini kondisi rumah terduga teroris dalam keadaan tertutup, dan garis polisi pun sudah di lepas, nampak beberapa keluarga BS hadir berkunjung untuk memberikan semangat.(529/**)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*