Janji Gubernur Terus Ditagih

BENGKULU, BE – Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah saat ini masih menggantung proses pengisian calon wakil gubernur.  Bahkan tidak menepati janjinya yang akan mengeluarkan rekomendasi setelah bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).  “Gubernur harus segera bersikap, kalau mau diisi, ya segera kirimkan surat. Kalau mau kosong (Wagub) ya silakan kirimkan surat ke dewan juga,” ujar Syafrianto Daud, anggota DPRD Provinsi Bengkulu.

Dia mengatakan, gubernur jangan terlalu lama bermain api, jika tidak mau terbakar. Sebab itu, dia meminta gubernur menepati janjinya. “Gubernur sudah janji kepada seluruh rakyat Bengkulu akan memproses Wagub usai ketemu SBY, dan itu sudah dilakukan,” katanya.

Jika, gubernur juga pernah beralasan jika Wagub diproses menunggu PAW dua kader PAN, dengan dilaksanakannya PAW hari ini, tidak ada alasan lagi. “Besok (hari ini) PAW Kader PAN, dilaksanakan. Jangan mencari alasan lagi,” katanya.

Sikap menggantung pengambilan keputusan yang sangat penting dan ditunggu masyarakat, bukan pilihan arif dan bijaksana. Jika, memang gubernur bersikap ingin mengosongkan Wagub, kita dorong supaya cepat gubernur menyampaikan surat secara resmi. “Intinya kita minta gubernur supaya mengambil sikap, kosongkan atau isi Wagub,” katanya.

Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah sendiri saat dikonfirmasi mengenai proses Pilwagub, mengatakan sedang diproses oleh Kepala Biro Pemerintahan Setda Pemprov Drs Hamka Sabri. “Coba tanyakan ke Pak Hamka ya,” katanya.

Tapi, Kepala Biro Administrasi Pemerintahan Setda Pemprov Drs Hamka Sabri saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan belum mendapatkan perintah apa-apa dari gubernur terkait dengan pengisian Wagub. “Belum ada perintah apa-apa. Jadi, kalau memang beliau sudah perintahkan saya, ya apapun perintah beliau akan saya laksanakan,” ujarnya.

Di sisi lain, informasi yang BE terima, lambatnya gubernur menyerahkan nama Cawagub karena, tidak cocok dengan dua nama yang direkomendasikan DPP Demokrat dan PAN yaitu Sultan B Najamudin dan Dian A Syahroza.

Gubernur merasa terancam jika salah satu dari dua nama ini mendampinginya, dapat mengganggu stabilitas pemerintahan yang dia pimpin saat ini. Gubernur juga takut, jika SKPD-SKPD nanti akan lebih taat kepada Wagub, dibandingkan dengan gubernur. (100)