Jangan Tiru Agusrin

Peringatan Hari Anti Korupsi Dunia

BENGKULU, BE – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur H Junaidi Hamsyah diperingatkan tidak meniru langkah solmetnya mantan Gubernur Bengkulu H Agusrin M Najamudin melakukan tindakan korupsi.   Melalui, peringatan Hari Anti Korupsi Dunia  9 Desember 2012 kemarin,  Junaidi Hamsyah yang sebentar lagi dilantik menjadi  gubernur definitif, diharapkan dapat  menjalankan pemerintahan yang bersih dari korupsi.
“Kita  mengingatlan Junaidi melepaskan cengkeraman (pengaruh) dari Agusrin, sehingga dapat  menjalankan pemerintahan dengan bersih,” kata Aktivis LSM Puskaki (Pusat Kajian Anti Korupsi) Bengkulu, Meliyan Sori.
Ia mengatakan, bila Junaidi tidak bisa menghindari korupsi, maka nasibnya akan sama dengan Agusrin yang mendekam di penjara dan dipecat dari jabatan gubernur. Sehingga, Bengkulu nasibnya akan lebih parah lagi, akibat prilaku pemimpinnya yang korup.
“Masyarakat sudah merindukan pembangunan, jadi segeralah dipenuhi. Pemimpin jangan mementingkan diri sendiri,” ujarnya.
Selama ini, pihaknya mengaku belum menemukan atau mendapatkan laporan Junaidi Hamsyah melakukan korupsi. Namun, ia sering mendapatkan laporan adanya indikasi nepotisme dalam pengangkatan pejabat yang dilakukan oleh Plt gubernur. “Ada dugaan, beberapa pejabat yang diangkat karena kedekatan dan hubungan keluarga,” katanya.
Sebagaimana diketahui, Agusrin saat ini sedang menjalani 4 tahun hukuman penjara, karena terjerat perkara korupsi penyaluran dan penggunaan dana bagi hasil bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) dalam APBD 2004 Bengkulu, senilai Rp 20 miliar.  Putusan kasasi MA, pada 10 Januari 2012, menjatuhkan vonis empat tahun penjara untuk Agusrin.

Peringati Hari Anti Korupsi
Sementara itu, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Kader Bangsa (MKB) yang berasal dari Universitas Bengkulu (Unib) dan Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), kemarin melakukan aksi memperingati hari Anti Korupsi sedunia.  Aksi damai ini dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan berjalan kaki dari Masjid Jamik menuju bundaran Simpang Lima.
Selama perjalanan menuju simpang lima mereka trus menyerukan kepada masarakat untuk melawan korupsi. Dalam aksi ini juga mereka membawa beberapa buah karton yang bertuliskan tentang perlawanan terhadap korupsi seperti Korupsi Jaya, Masyarakat Merana, tidak menerima lowongan korupsi dan berantas korupsi sekarang juga.
Setelah sampai di Simpang Lima para mahasiswa langsung melakukan orasi, dalam orasi tersebut mereka mendukung penuh upaya pemberantasan korupsi terutama yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Serta mereka meminta para koruptor untuk dihukum seberat beratnya agar menimbulkan efek jera bagi pelaku korupsi lainnya. “Gantuuuuung Koruptorrrrr” Teriak Koordinator lapangan Aksi Nazamudin saat melakukan orasi, teriakan tersebut langsung disambut dengan teriakan “Gantuuungg Koruptor” oleh peserta aksi lainnya.
“Kita berharap agar pemberantasan korupsi dibengkulu ini lebih ditingkatkan lagi, dan kita mengajak masyarakat untuk bahu membahu memberantas korupsi,” ungkap Nazamudin setelah selesai orasi.
Dalam Aksi ini meraka juga melakukan teatrikal.  Dalam teatrikal tersebut ada seseorang yang ditarik oleh orang lain, yang ditarik mengambarkan rakyat biasa yang menjadi korban koruptor sedangkan yang menarik adalah seorang koruptor.  “Teatrikal ini menggambarkan rakyat biasa yang tertindas oleh koruptor, dan saat ada aparat yang berusaha menangkap sang koruptor, namun meraka tidak jadi menangkapnya karena sudah ada kongkalikong antara pejabat dan koruptor.  Dan seperti itulah gambaran yang terajadi dibangsa ini,” tambahnya.
Selain melakukan teatrikal, dalam aksi ini mereka juga membacakan puisi dan membagikan selebaran kepada pengguna jalan yang lewat, selebaran itu berisi sosialisasi tentang korupsi. Meskipun aksi ini merupakan aksi damai namun aparat kepolisian tetap melakukan penjagaan. Dalam aksi ini Polres Bengkulu menerjunkan satu pleton pasukan yang dipimpin langsung Kasat Shabara Polres Bengkulu AKP Nur Zaeni Toha dan Kasat Intel Polres Bengkulu AKP Perwira Amin. (100/cw2)