Jangan Resahkan Beras Impor

Marah Halim
Marah Halim

TAIS, Bengkulu Ekspress– Petani di Kabupaten Seluma diminta tidak resah terkait wacana Pemerintah RI mengimpor beras mencapai 16 ribu ton dari Thailand. Pasalnya, keresahan bisa berdampak anjloknya semangat petani menanam padi, serta harga beras lokal akan semakin murah.

“Saya imbau seluruh masyarakat petani tetap tenang, kemudian jangan sampai impor beras menurunkan semangat untuk menanam padi,” tegas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma Marah Halim, SP MP MAP kepada Bengkulu Ekspress kemarin (18/1).

Ditegaskan, saat ini Pemkab Seluma sudah melarang beras dari daerah luar masuk. Selain itu, Dinas Pertanian juga meminta OPD terkait dalam hal ini Dinas Perindagkop dan UKM Seluma, mengawasi agar tidak ada beras dari luar yang masuk.

Saat ini harga beras di Kabupaten Seluma Rp 16 ribu sampai Rp 17 ribu per cupak. Harga ini sudah cukup standar di kalangan petani di Seluma, serta tidak memberatkan konsumen yang mengkonsumsi beras saat ini.

“Jumlah panen 6,2 ton sampai 6,8 ton per hektar sawah petani. Bahkan ada yang mencapai 8 ton sekali panen. Tergantung kondisi padi petani,” sampainya

Marah Halim memastikan sampai empat bulan kedepan, Kabupaten Seluma tetap surplus beras. Tidak perlu mendatangkan beras dari daerah luar. Karena secara umum produksi padi di Kabupaten Seluma meningkat terus.

Karena didukung dengan program bantuan peralatan pertanian, termasuk pemberian bibit padi unggul kepada petani. Saat ini sudah memasuki musim tanam dan Dinas Pertanian memastikan stok beras di Kabupaten Seluma masih aman. Bahkan dari beberapa pasar yang dikunjungi, pedagang masih menjual beras asli Seluma. (333)