Jangan Percaya Makelar CPNS

EKO/BE
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyapa peserta tes CPNS usai mengisi seminar nasional berbagi strategi lulus tes CPNS dan menakar tantangan ASN di era industri 4.0, di Gedung Balai Buntar Bengkulu, Kamis (26/12).

Gub Paparkan Strategi Lulus CPNS

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah memberikan trik untuk bisa lulus menjadi Calon Pegawai Negari Sipil (CPNS) kepada ratusan pelamar CPNS yang telah lulus administrasi. Menurut Rohidin, kunci lulus CPNS cuma satu, yakni belajar sungguh-sungguh dan jangan pernah percaya kepada siapapun yang menjanjikan bisa meluluskan CPNS.

“Jangan percaya lagi kepada semua pihak manapun yang bisa meluluskan CPNS. Sudah banyak laporan di Polda, jadi jangan percaya, cukup belajar dan percaya diri sendiri, itu kuncinya,” terang Rohidin usai menjadi narasumber Seminar Nasional berbagi strategi lulus tes CPNS dan menakar tantangan ASN di Era Industri 4.0, di Gedung Balai Buntar Bengkulu, kemarin (26/12).

Menurutnya, belajar dan berlatih harus dilakukan untuk bisa lulus CPNS. Karena soal tes CPNS tidak begitu sulit dan cukup sederhana. Buktinya, yang lulus CPNS tahun lalu bukan dari perguruan tinggi yang besar. Seperti alumni UMB dan UT banyak yang lulus CPNS. “Artinya ini bukan hal yang sulit,” ungkapnya.

Soal-soal tes juga banyak membahas persoalan umum. Bahkan soal CPNS lebih mudah dibanding soal-soal pelajaran di waktu kuliah. Hanya butuh kosentrasi para peserta tes CPNS. “Butuh kosentrasi saja,” tambah Rohidin.

Untuk itu, sengaja dikumpulkan hampir semua peserta CPNS yang lulus administrasi agar tidak terjebak terhadap penipuan. Rohidin mengatakan, sekalipun orang dari Jakarta yang menjabat bisa meluluskan, juga tidak mungkin bisa dilakukan. Bahkan dirinya sebagai kepala daerah juga tidak bisa meluluskan CPNS. Karena tes CPNS saat ini semuanya telah menggunakan system dan computer. Sebab, nilai CPNS yang lulus ataupun tidak bisa langsung keluar. “Kami sebagai kepala daerah juga tidak bisa. Sistemnya sudah online,” paparnya.

Ke depan, lanjutnya, CPNS yang telah lulus menjadi CPNS bisa menghadapi era industri 4.0. ASN harus melek dengan teknologi, cepat memberikan keputusan dan mampu mengambil peluang untuk mempercepat kinerja ASN. “Sekarang masyarakat sudah kritis. Kalau tidak memiliki kemampuan, ASN akan jadi bulan-bulanan masyarakat. Artinya pelayanan tidak akan menjadi baik,” ungkap Rohidin.

Sementara itu, Ketua Yayasan Bengkulu Madani, Marhen Harjono mengatakan, pihaknya yang memberikan bimbingan belajar (bimbel) CPNS sengaja membuat kegiatan ini. Agar pelamar CPNS yang lulus administrasi tidak lagi tertipu oleh oknum yang mengaku bisa meluluskan tes CPNS. “Kita berikan edukasi kepada masyarakat. Karena di Bimbel saya saja, ada 4 orang yang sudah tertipu. Ini jangan lagi terjadi kepada peserta yang lain,” ungkap Marhen.

Dalam pemberian edukasi ini, sengaja di datangkan narasumber berkompeten. Seperti dosen dan para lulus CPNS tahun lalu, memberikan gambaran terkait pelaksanaan tes CPNS menggunakan system CAT. “Banyak trik yang bisa diambil. Intinya banyak belajar, pahami soal agar tidak terjabak. Percaya diri bisa mengerjakan dengan baik semua soal,” tutupnya. (151)