Jangan Jual Komix & Lem ke Remaja

IMBAU: Anggota Polsek Tanjung Kemuning saat mendatangi warung-warung dan memberikan imbauan tentang larangan menjual komix dan lem kepada anak remaja dan pelajar, Senin (2/3).

BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Kapolres Kaur AKBP Puji Prayitno S IK melalui Kapolsek Tanjung Kemunig Iptu Pidraini Gumay mengimbau pada semua pemilik warung atau toko agar tidak melayani pembelian obat batuk komix dan lem aibon oleh kalangan remaja dan pelajar.

Terlebih pembelian dilakukan dalam jumlah tidak wajar. Hal itu menyusul banyaknya temuan bungkus obat batuk dalam jumlah banyak.“Saya minta kepada pemilik warung atau toko agar tidak sembarangan menjual komix dan lem aibon yang sering kali digunakan anak muda untuk mabuk-mabukan,” kata Kapolsek, senin(2/3).

Dikatakannya, agar pemilik warung atau toko hanya diperbolehkan menjual lem aibon atau komix tersebut, diberikan kepada orang dewasa saja.

Sebab di Kabupaten Kaur lem aibon dan komix seringkali disalahgunakan oleh anak-anak untuk dihisap atau ngelem. Dimana mengkonsumsi obat batuk komix dengan jumlah besar atau berlebihan, bisa mengakibatkan pengkomsumsi menjadi mabuk.

Selain itu juga, bisa mengganggu kesehatan seperti merusak hati, ginjal dan yang lebih membahayakan tentu akan mengurangi daya pikir dan daya ingat.

“Anggota kita sudah melakukan imbauan ke warung-warung untuk tidak menjual lem aibon dan komix sembarangan lagi, terutama kepada anak-anak,” tegasnya.

Ditambahkannya, untuk mencegah hal ini, pihaknya akan terus melakukan patroli bersama secara berkala dan berkoordinasi dengan dinas terkait. Sehingga jika ditemukan ada penyalahgunaan tempat untuk berbuat negatif, langsung ditindaklanjuti polisi.

Selain itu, imbauan secara langsung sudah dilakukannya pada toko-toko penjual obat batuk di sekitar kantor Kecamatan Tanjung Kemuning. Dimana anggota Polres Kaur sering mendapati anak ngelem seperti di sekitar lapangan Merdeka Kota Bintuhan.

“Penguna lem aibon dan komix ini setiap tahun meningkat, ini karena mudah didapat dan juga harganya sangat terjangkau. Untuk itu kami minta kepada orang tua untuk sama-sama mengawasi anaknya, karena ini penerus masa depan,” imbaunya. (618)