Jangan Ada Dua Nahkoda

RIO-PELANTIKAN WAGUB SULTAN OLEH MENDAGRI (2)BENGKULU,BE – Saat melantik Wakil Gubernur Bengkulu Sultan Bakhtiar Najamudin, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) H Gamawan Fauzi SH, MM mengingatkan agar tidak ada dua nahkoda yang memimpin Provinsi Bengkulu. Dia mengingatkan agar wakil gubernur dan gubernur tetap mesra hingga akhir jabatan. “Dalam birokrasi tidak boleh ada dua nahkoda. Jadi, kalau niat wagub tulus, kemesraan harusnya hingga masa akhir jabatan,” kata Gamawan, dalam pidato usai melantik Wakil Gubernur Sultan Bakhtiar Najamudin, di Aula Paripurna Sekretariat DPRD Provinsi, kemarin.
Dia menegaskan dalam Undang-Undang No 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan daerah sudah sangat jelas menyebutkan tugas-tugas wakil gubernur. “Dan distu berbunyi’ tugas-tugas lain yang diberikan oleh kepala daerah. Tugas wakil kepala daerah adalah membantu kepala daerah,” ujar Mendagri.
Mantan Gubernur Sumatera Barat itu menjelaskan, sangat yakin tidak akan perpecahan antara kepala daerah dan wakil kepala daerah, jika masing-masing menjalankan fungsinya. “Apalagi wakil kepala daerah difungsikan sebagaimana mestinya,” katanya.
Mendagri menyebutkan, berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, pecah kongsi antara kepala daerah dan wakil kepala daerah sangat tinggi. Bahkan, 93 persen kemesraan kepala daerah dan wakil kepala daerah berlalu. “Hanya tujuh persen saja yang mesra hingga akhir periode,” katanya.
Terkait ha tersebut, saat ini Mendagri sedang mengajukan revisi Undang-Undang terkait pemerintah daerah. Dalam revisi tersebut, kepala daerah dirancang tetap dipilih langsung, sedangkan wakil kepala daerah dipilih oleh DPRD atau dikosongkan saja. “Wakil kepala daerah bisa ada, bisa satu atau dua dan tiga, tergantung dengan luasan wilayah dan jumlah penduduknya,” kata Gamawan.
Pada intinya dalam revisi Undang-undang Pemerintah daerah, kepala daerah tetap dipilih langsung oleh rakyat. “Kita usulkan wakil kepala daerah tidak wajib, tapi kalau ada wakil tidak persoalan,” terangnya lagi.
Hal tersebut untuk mengatasi hubungan tidak harmonisnya antara kepala daerah dan wakil kepala daerah, yang dapat menimbulkan persoalan baru. “Kadang ada yang sampai tidak teguran,” katanya. Perpecahan itu mulai dari tahun pertama, kedua dan tahun ketiga sudah sangat jelas, terlebih berbeda parpol. “Apalagi mendekati pemilu, lebih parah lagi jika Sekda ikut mencalon, maka tambah rusak birokrasi, ” kata Gamawan.
Disebutkan ada sebuah kasus di daerah jika, ada 144 birokrasi dinonjobkan oleh kepala daerah gara-gara politik. “Karena salah paham saja bisa dinonjobkan, padahal birokrasi tidak boleh terlibat politik,” katanya.
Menurutnya, pejabat dinonjobkan apabila melakukan pelanggaran disiplin berat. “Kalau ada yang seperti ini, SK kepala daerah saya batalkan,” katanya.
Dia berpesan kepada Wakil Gubernur Sultan Bakhtiar Najamudin, agar dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Selain itu, mengucapkan terimakasih kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, yang telah menyelenggarakan pemilihan wagub dengan cepat dan tertib.
Pelantikan  Wakil Gubernur Sultan Baktiar Najamudin, dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi H Kurnia Utama SSos, banyak dihadiri pejabat negara dan pejabat tinggi negara, antara lain Ketua DPR RI Marzuki Ali, Ketua DPD RI Sultan B Najamudin, Sekjen MA Nurhadi, Ketua Hipmi Raja Oktora, artis dan lawak antara lain Tukul Arwana, Polo, Eko DJ, Arumi Bachsin, serta banyak pengusaha-pengusaha dari Jakarta.

Selangkah di Bawah
Sultan Bakhtar Najamudin mengatakan akan menjalankan tugas sebagai wakil gubernur dengan sebaik-baiknya. Dia menyadari bahwa tugas sebagai wakil gubernur dibatasi dengan Undang-undang, sebab itu akan berjalan berdasarkan peraturan undang-undang. Sultan berjanji akan menjaga kemesraan dengan gubernur dan bekerja membantu gubernur dalam melaksanakan tugas pemerintahaan. “Saya akan berjalan satu langkah di belakang gubernur, dan jika suara, maka satu not di bawah suara gubernur,” katanya.
Di sisi lain, Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah menyambut positif atas dilantiknya Sultan B Najamudin. Dengan dilantiknya Sultan, dia dapat berbagi tugas dan peran dalam melaksanakan tugas. “Beliau sangat memiliki jaringan¬† dan hubungan dekat dengan pejabat pusat. Sehingga, lebih mudah membangun akses ke nasional. Nanti bisa bergantian, misalnya saya di Bengkulu, dia di Jakarta, begitu juga sebaliknya,” katanya.

Tukul Buat Heboh
Menariknya pelantikan Sultan kemarin, dihebohkan dengan kemunculan pelawak fenomenal Tukul Arwana. Tukul tiba-tiba memasuki ruangan sidang paripurna disambut riuh oleh tamu undangan dan anggota DPRD Provinsi. Suasanya yang tadinya hening karena menunggu dimulainya paripurna, menjadi heboh. Terlihat, para penggemar Tukul Arwana berfoto dengan host Bukan Empat Mata tersebut. Tukul dengan gerakan tangannya yang kas, seolah-olah melemparkan bibir kepada para tamu undangan. Gerakan tangannya tersebut disambut dengan teriakan, “Eya, eya, eya”.¬† Tukul juga tampak menyalami satu persatu pejabat yang hadir di ruangan sidang. Diantaranya menyalami Kapolda Bengkulu Brigjen Pol AJ Benny Mokalu. Tukul sengaja datang ke Bengkulu untuk menyaksikan pelantikan Sultan Bakhtiar Najamudin. Tukul dan Sultan telah bersahabat dengan keluarga Najamudin sejak lama. Kearaban Tukul juga ditampakkan saat dia bersalaman dengan Hj Diah Nurwiyanti Agusrin, istri mantan Gubernur Bengkulu. Tukul sendiri mengucapkan selamat kepada masyarakat Bengkulu karena telah memiliki wagub baru. “Saya ucapkan selamat memiliki wagub baru,” ujar Tukul.
Selain Tukul, hadir juga dalam ruangan paripurna artis cantik Arumi Bakksin, yang hadir didampingi calon suami dan ibunya. pelamat Srimulat, Eko DJ, Polo, dan Jos Sapulede, juga hadir menyaksikan pelantikan Sultan B Najamudin.
Sultan mengatakan, kedatangan para artis tersebut tidak bisa ditolak. Dia mengaku, tidak membiayai kedangan artis ternama tersebut. Hanya saja, sebagai sahabat para artis tersebut ingin ikut menyaksikan pelantikan. “Saya tidak bisa mencegah mereka. Saya juga tidak membiayai sepersen pun, mereka biaya sendiri. Hanya saja, agar tidak merepotkan pemerintah daerah, mereka langsung pulang lagi ke jakarta setelah pelantikan,” ujarnya. (100)