Janda Produktif Diberi Pelatihan

Kabid Pemberdayaan Perempuan, Aan Suprianto

BENGKULU TENGAH, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Daerah (Pemda) melalui DP3APKB Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) akan memberikan pelatihan ekonomi kreatif bagi masyarakat yang kurang mampu. Kegiatan ini difokuskan pada kepala rumah tangga tunggal, yakni kaum perempuan yang sudah bercerai (janda,red).

Kepala DP3APPKB Kabupaten Bengkulu tengah, Sri Haryati Prasetya SSTP MPd melalui Kabid Pemberdayaan Masyarakat, Aan Suprianto menjelaskan, pelatihan tentang ekonomi kreatif ini merupakan salah satu upaya untuk menumbukan pola pikir dan semangat masyarakat dalam berwirausaha. Terutama pada janda yang masih berada pada usia produktif dalam berkerja.

“Kegiatan pelatihan ekonomi kreatif akan dilakukan dalam waktu dekat. Untuk jadwal pastinya, masih dalam tahap perencanaan. Peserta yang akan diberi pelatihan juga masih dalam pendataan,” kata Aan.

Dalam pelatihan nantinya, sambung Aan, pihaknya akan mengundang para pelaku ekonomi yang dinilai telah berhasil meraih kesuksesan. Seperti penjahit, pemilik minimarket atau warung manisan hingga penjual jajanan yang meliputi penjual bakso atau mie ayam. “Yang akan menjadi pelatih atau inspirator akan kita ambil dari Kabupaten Bengkulu tengah. Sehingga, apa yang disampaikan bisa diterima dengan baik,” kata Aan.



Meski begitu, Aan menegaskan bahwa pelatihan yang tak akan dibiarkan terhenti ditengah jalan. Sebagai tindaklanjutnya, Aan mengaku akan membagi peserta menjadi kelompok usaha sesuai dengan minat masing-masing. Setelah itu, lanjut Aan, DP3APPK Kabupaten Bengkulu tengah akan melakukan koordinasi dengan seluruh perusahaan-perusahaan yang beraktivitas di Kabupaten Bengkulu tengah agar kiranya bisa memberikan sumbangsih.

“Selain pelatihan dan kreativitas, masyarakat tentunya membutuhkan sarana dan prasarana pendukung usaha mereka. Sebab itulah, kami akan menfasilitasi agar perusahaan dapat menyalurkan CSR secara tepat sasaran. Agar bantuan bisa diterima secara tepat sasaran dan tepat manfaat, besar harapan kami bantuan disalurkan dalam bentuk barang-barang kebutuhan masyarakat. Bukan dalam bentuk uang tunai,” tandasnya.

Lebih lanjut, Aan juga menyampaikan, pelaku usaha juga akan diberikan pemahaman untuk bisa memumpuk rasa solidaritas atau peduli terhadap sesama. “Setalah berhasil menciptakan usaha baru dan bergerak secara mandiri. Pelaku usaha diharapkan bisa menularkan ilmu-ilmu yang telah dimiliki kepada masyarakat lain. Sebab, tujuan utama dari pelatihan ekonomi kreatif adalah untuk menekan angka kemiskinan dan membantu menciptakan lapangan pekerjaan baru,” demikian Aan.(135)