Jamsostek Serahkan 2 Motor dan Gazebo

RATU SAMBAN, BE – Kepala Cabang PT Jamsostek (Persero) Bengkulu, Budiman Siagian, kemarin menyerahkan 1 unit Gazebo dan 2 unit motor gerobak kepada Gubernur Bengkulu, H Junaidi Hamsyah. Selanjutnya, diserahkan kepada Pemerintah Kota Bengkulu melalui Caretaker Walikota, Sumardi MM. Penyerahan bangunan dan dua unit kendaraan gerobak tersebut sebagai bentuk komitmen PT Jamsostek (Persero) dalam memajukan dunia pariwisata di Kota Bengkulu.

Kancab PT Jamsostek (Persero) Bengkulu, Budiman Siagian SE mengatakan, penyerahan bantuan tersebut merupakan bagian program bina lingkungan dari Jamsostek. Dengan alokasi anggaran tahun 2012 mencapai Rp 286 juta, yang direalisasikan dalam dua kegiatan, rincianya Rp 150 juta untuk penanaman pohon sebanyak 2500 batang mahoni di kawasan lingkar barat, dan Rp 136 juta untuk pembangunan gazebo dan pembelian dua unit motor gerobak.

Pembelian motor gerobak itu diawali dengan permintaan pemerintah provinsi, setelah diusulkan dan disetujui anggaranya maka kegiatan program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) disetujui untuk dibelikan kendaraan tersebut.

Agar terhindari dari penyimpangan, 2 unit kendaraan yang diserahkan dipasang stiker kendaraan operasional dan berlambangkan Jamsostek. Ia juga berpesan, bantuan yang diserahkan agar dijaga, dirawat dan dikelola dengan baik.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah mengucapkan terima kasih kepada PT Jamsostek (Persero) yang telah komit dengan PKBL-nya. Ia juga meminta kepada masyarakat dan Pemerintah Kota Bengkulu untuk menjaga dan memanajemen Pantai Panjang dengan baik, karena untuk membangun ini diakui Junaidi sangat sulit, karena harus diawasi baik siang dan saat malam harinya.

“Membangun ini harus dijaga, penjagaan diutamakan saat malam hari, misalnya dibangun bagian sudut kanan maka sudut bagian kirinya dicongkel,” tukasnya.

Ia juga meminta kepada masyarakat baik penikmat Pantai Panjang maupun masyarakat sekitar untuk komitmen dalam mengelola dan bertanggungjawab,” Kalau tidak bisa membangun, ya bisa dijaga. Kalau tidak bisa menjaga, jangan merusak,” pesan Gubernur.
Dalam kesempatan yang sama, Junaidi menegaskan kepada Kepala Dinas Provinsi dan Dispar kota untuk menjaga dan mempromosikan wisata Bengkulu terutama Pantai Panjang, selain even tabot. Ia juga berangan agar Kadispar melakukan studi banding ke Bali untuk pengelolaan manajemen Pantai Panjang.

“Saya pernah berangan agar Kadispar provinsi dan kota melakukan studi banding ke Bali untuk belajar manajemen pantai, koordinasi itu setidaknya bisa menjadikan gubernur Bali menjadi konsultan dan bisa mempromosikan Pantai Panjang Bengkulu kepada para turis, karena di Bengkulu selain Tabot keindahan pantai dan surfing pun ada,” terangnya.

Sementara terkait dengan keluhan sampah di masyarakat, Junaidi juga mewacanakan untuk meminta bantuan kepada perbankan yang ada di Bengkulu untuk meyumbangkan bak sampah sedikitnya 2 unit. Dengan begitu, motor yang sudah diserahkan ini tidak lagi mengambil sampah di lapangan,namun langsun diambil dari bak sampah, pintanya mengakhiri. (247)