Jamkesmas Benteng Naik 7 Ribu Jiwa

jamkesmasBENTENG, BE – Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), jumlah penerima jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) di daerah itu mengalai kenaikan menjadi 7 ribu jiwa.

Jika tahun 2012 lalu hanya sebanyak 23.000 jiwa yang mendapatkan jamkesmas, maka tahun 2013 ini menjadi 30.000 masyarakat miskin di Benteng yang mendapatkan jamkesmas tersebut.

“Ya, tahun 2013 ini kita mendapatkan peningkatkan jumlah penerima jamkesmas sebanyak 7 ribu jiwa. Soalnya tahun 2012 lalu kita hanya mendapatkan sebanyak 23 ribu, namun di tahun ini mendapatkan sebanyak 30 ribu jiwa,” kata Kadinkes Benteng, I Putu Sura Artika MKes.

Menurutnya, saat ini sebanyak 30 ribu kartu Jamkesmas itu sudah didistribusikan kepada masyarakat penerimanya.
Selain itu, para warga miskin yang memiliki kartu Jamkesmas itu sudah dapat dipergunakan untuk berobat ditingkat seluruh Puskesmas dan RSUD Benteng ini. ” Saat ini kartu jamkesmas itu sudah kita didistribusikan kepada masyarakat miskin penerimanya dan sudah dapat digunakan ketika akan berobat di tingkat Puskesmas dan RSUD Benteng ini,” terangnya.

Diterangkannya, memang diakui pihaknya dari 30  ribu kartu jamkesmas yang didistribusikan itu, terdapat sebanyak 4000 ribu kartu jamkesmas yang tidak dapat disalurkan dengan kendala, penerima yang sudah meninggal dunia, pindah alamat dan tidak diketahui keberadaannya.

Sebab itu, kartu jamkesmas itu dikembalikan ke pemerintah pusat untuk dilakukan verifikasi.
“Memang ada sekitaar 4000 kartu jamkesmas yang tidak kita salurkan karena penerima yang sudah meninggal dunia, pindah alamat dan tidak diketahui alamatnya lagi. Namun hal itu sudah kita verifikasikan ke pemerintah pusat,” tandasnya.

Pihak Dinkeas dapat memastikan jika seluruh penerima jamkesmas itu tepat sasaran dan tidak ada yang bukan berhak menerimanya yang mendapatkan kartu jamkesmas tersebut.

“Kita yakin penerima jamkesmas itu tidak ada yang tidak tepat sasaran karena sudah melalui pengecekan langsung ke masing – masing penerimanya,”  jelasnya.

Dijelaskannya, untuk obat – obatan yang diberikan kepada pasien kartu jamkesmas ini merupakan obat – obatan generik atau DPHO. Namun jika tidak sembuh dengan mengunakan obat tersebut, maka boleh mengunakan obat – obat yang lainnya.

Pemilihan obat yang dipakai tergantung dengan dokter yang menangani pasien tersebut. ” Memang obat -obatan yang diberikan pada pasien jameskesmaas ini merupakan obat generik, namun jika pasien tidak sembuh dapat memakai obat lain tergantung dengan dokter yang menanganinya,” jelasnya. (111)