Jambret Polwan, Dua Penjambret di Bekuk

RIZKY/Bengkulu Ekspress Dua pelaku jambret yang melakukan aksi jambret terhadap Polwan di Jalan Batang Hari berhasil dibekuk
RIZKY/Bengkulu Ekspress Dua pelaku jambret yang melakukan aksi jambret terhadap Polwan di Jalan Batang Hari berhasil dibekuk

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Salah memilih calon korban dan ditambah kesialan. Mungkin inilah hal yang tepat menggam barkan nasib dua terdufa pelaku jambret berinisial A dan Y, warga Kelurahan Panorama, Kota Bengkulu. Keduanya berhasil dibekuk korban, karena ternyata orang yang mereka jambret polisi wanita (polwan).

Sebelum ditangkap, dua pelaku jambret tersebut melakukan aksi jambret terhadap salah satu anggota Polwan berpangkat Bripda bertugas di Polres Bengkulu pada Kamis (15/3) sekitar pukul 21.30 WIB di Jalan Batang Hari tepatnya didepan SDN 38 Kota Bengkulu. Tidak lama setelah menjambret handphone korban, sepeda motor Yamaha Vixion yang dikendarai dua tersangka tiba-tiba mesinnya mati.

Korban yang mengetahui sepeda motor tersangka mati, tidak mensia-siakan kesempatan itu Korban langsung membekuk satu orang pelaku, sementara satu pelaku lain berhasil melarikan diri.

“Setelah menjambret handphone korban yang kebetulan seorang Polwan, sepeda motor pelaku mesinnya mati.

Hal itu tidak disia-siakan korban langsung meringkus satu pelaku, satu pelaku lain melarikan diri,” jelas Kapolres Bengkulu, AKBP Ady Savart Penataran Simanjuntak SH SIK melalui Kapolsek Ratu Agung, Iptu Todo Rio Tambunana didampingi Kanit Reskrim, Ipda Saiful Ahmadi, Senin (19/3).

Penjambret itu lalu dibawa ke Polsek Ratu Agung dan peristiwa itu pun juga dilaporkan ke Polsek Ratu Agung. Mendapatkan laporan kasus penjambretan, Polsek Ratu Agung lantas melakukan penyelidikan dan pengembangan. Tim Buser Polsek Ratu Agung berusaha menghubungi keluarga salah seorang tersangka yang belum tertangkap. Setelah melalui upaya persuasif, akhirnya keluarga mau diajak bekerja sama sehingga satu pelaku jambret yang sempat melarikan diri tersebut berhasil diamankan.

Dari keterangan dua pelaku jambret tersebut, mereka baru satu kali melakukan aksi jambret. Diduga mereka melakukan aksi itu karena butuh uang untuk jajan.

Modus yang digunakan hampir sama dengan pelaku jambret pada umumnya. Dua orang pelaku memantau calon kondisi lingkungan terlebih dulu. Setelah melihat calon korban, mereka mengikuti dari belakang menggunakan sepeda motor. Dirasa korban lengah dan berada ditempat sepi pelaku langsung melancarkan aksinya dengan cara merebut paksa handphone korban.

“Dari pengakuan mereka, baru satu kali melakukan aksi jambret,” pungkas Kanit Reskrim.(167)