Jambret Emas 29 TKP Dibekuk

RIO/BE – SPESIALIS JAMBRET: AK dan HE dua tersangka spesialis jambret yang telah puluhan kali beraksi di Kota Bengkulu di bekuk Tim Opsnal Jatanras Ditreskrimum Polda Bengkulu diperlihatkan dalam press rilis di Mapolda Bengkulu, Senin (23/9).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Jajaran tim opsnal Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bengkulu, berhasil meringkus dua orang terduga pelaku jambret spesialis perhiasan emas (gelang dan kalung) milik warga Bengkulu. Masing-masing terduga pelaku berinisial AK (29), warga Desa Awidodo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan dan He (24), warga Desa Tanjung Sanai I, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

Dari Juli sampai Agustus 2019, dua orang terduga pelaku yang menggunakan satu unit sepeda motor Honda Supra GTR150 sudah beraksi telah menjambret di 25 TKP wilayah hukum Polda Bengkulu. Total perhiasan emas yang mereka dapatkan sekitar 193,1 gram, jika dirupiahkan mencapai Rp 96 juta lebih.

“Dua tersangka ini sudah sangat meresahkan dan merupakan target operasi kita. Total sudah beraksi di 25 TKP, perhiasan emas sekitar 193 gram nilainya Rp 96 juta lebih,” jelas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bengkulu, Kombes Pol Pasma Royce, Senin (23/9).

Terduga pelaku tertangkap berdasarkan pengembangan kasus jambret perhiasan di depan Bengkel Askia Motor, Jalan Sungai Rupat, Kelurahan Pagar Dewa, 22 Agusutus 2019. Berdasarkan laporan masyarakat tersebut, polisi bekerja keras melakukan penyelidikan dan pengembangan. Sampai akhirnya didapatkan informasi pelaku berada di Lubuk Linggau, pada 17 September 2019.



Setelah dipastikan informasi tersebut benar, padal 18 September 2019, terduga pelaku berhasil ditangkap saat melakukan aksinya di Depan Hotel Hakmaz Taba Lubuk Linggau. “Karena hendak melawan dan melarikan diri terpaksa kita lumpuhkan. Semua hasil jambret dibagi dua pelaku kemudian dibelikan barang perabotan rumah dan untuk keperluan pribadi,” imbuh Dir Reskrimum.

Sementara itu dari pengakuan tersangka AK, paling banyak pernah mendapatkan perhiasan emas sebanyak 32 gram dalam beberapa kali beraksi. Perhiasan emas tersebut kemudian dijual ke Lubuk Linggau Rp 400 ribu per gramnya. “Sudah ada yang siap menampung di Lubuk Linggau. Biasanya kalau sudah banyak baru dibawa ke Lubuk Linggau,” jelas AK yang bertugas membawa motor.

Sementara itu He yang bertugas merampas perhiasan mengaku baru 8 kali beraksi selama 10 hari di Kota Bengkulu. “Uangnya kita bagi dua,” pungkas pelaku He.(167)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*