Jambret Babak Belur Dihajar Massa

TELUK SEGARA, BE – Lantaran tertangkap saat melakukan penjambretan terhadap pengguna jalan, kemarin (17/11) sekitar pukul 00.30 WIB, seorang pemuda berinisial Mo (23), warga Blitar, Sindang Kelingi, Rejang Lebong nyaris tewas dihajar massa di kawasan Jalan Sutoyo Penggantungan.

Untung saja pihak kepolisian dari Polsek Teluk Segara cepat tiba di lokasi dan memisahkan aksi tersebut. Selanjutnya Mo langsung digelandang ke Mapolsek Teluk Segara. “Setelah menjadi bulan-bulanan massa, pelaku langsung kita amankan mengamankan bersama BB (barang bukti) kendaraan yang dipakai pelaku dan hasil kejahatannya,” terang Kapolres Bengkulu, AKBP H Joko Suprayitno SST MK melalui Kapolsek Teluk Segara, Kompol Herry Irawan SH didampingi Kanit Reskrim, Ipda Mirza Gunawan. Sementara seorang rekan pelaku berinisial SY berhasil kabur. Saat ini SY masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Kronologis kejadian, berawal saat Nurhani Oktami Sari (20) yang dibonceng pacarya Prasetyo (21) melewati Jalan Kalimantan Kelurahan Rawamakmur. Saat melewati tempat kejadian perkara (TLP) tersebut, korban tak menyadari dari sebelah kiri motor Supra X BD 3184 DS yang mereka naiki telah dipepet oleh pelaku Mo dan SY.

Setelah memepet motor korban, pelaku langsung menyambar tas milik Nurhani yang diletakkan di atas pahanya. Tak ayal  tas yang berisi 1 unit Hp Nokia X2 serta dompet yang berisi uang Rp 100 ribu langsung dibawa kabur oleh dengan mengenderai motor Suzuki Satria FU BD 5096 KL.
Naasnya, belum jauh dari korbannya, motor pelaku terjatuh dan langsung dikerumuni massa. Mo kemudian berhasil ditangkap kemudian langsung dihajar massa yang marah. Sementara Yo berhasil kabur dari amukan massa tersebut.

Dari pengakuan tersangka, ia baru pertama kali terlibat jambret. Itu juga dilakukan dengan sangat terpaksa karena membantu temannya SY seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi kesehatan di Kota Bengkulu. Aksi ini dilakukan setelah dirinya di ajak oleh rekannya yang mengaku kepepet untuk bayar uang kuliah tersebut. “Saya baru kali ikut-ikutan jambret pak.¬† Ke Bengkulu ini untuk cari pekerjaan yang halal pak,” terang tersangka dengan nada lirih.(333)