Jamaah Suluk Rutin Dicek Kesehatan

ASRI/Bengkulu Ekspress PERIKSA: Petugas Puskesmas kayu Kunyit, Manna memeriksa kesehatan jamaah suluk di surau tarekat Naqsabandyah, Desa Tanjung Besar, Manna, Kamis (16/5).

MANNA, Bengkulu Ekspress– Kegiatan suluk di Surau Tarekat Naqsabandyah, Desa Tanjung Besar, Manna, Bengkulu Selatan (BS), Satu selalu dipantau petugas dinas kesehatan Bengkulu Selatan. Sejak mereka datang hingga mereka pulang. “ Petugas kami selalu memeriksa kesehatan peserta suluk,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan, M Redhwan Arif S Sos MPH.

Redhwan mengatakan, dalam pemeriksaan dan pemantauan kesehatan para jamaah, dirinya sudah menginstruksikan Puskesmas Kayu Kunyit yang merupakan puskesmas terdekat dengan lokasi suluk untuk selalu standby. Sehingga, jika ada yang sakit dapat selalu diobati.“ Petugas dari Puskesmas setiap saat selalu memantau kesehatan peserta suluk,” ujarnya.

Terkait adanya jamaah suluk yang meninggal yakni Subono (56) asal jalan Mujair, Rejosari Kecamatan Pangkal Dalam Kabupaten Pangkal Pinang Provinsi Bangka Belitung. Yang bersangkutan meninggal, Rabu (15/5) sekitar pukul 12.20 Wib saat sedang salat luhur berjamah di surau. Saat itu kondisinya memang sudah kurang sehat. Hanya saja, yang bersangkutan menolak dirawat di rumah sakit. Yang bersangkutan tetap ngotot ingin mengikuti kegiatan suluk.



“ Petugas kita bekerja sama dengan panitia suluk sudah menawarkan agar yang bersangkutan dirawat, namun selalu ditolak dengan alasan dalam kondisi sehat,” terang Redhwan.

Kepala Puskesmas Kayu Kunyit, dr Kontesa mengatakan, petugasnya selalu memantau kesehatan para peserta suluk. Adapun pemeriksaan kesehatan peserta suluk dilakukan 2 hari yakni, pertama Kamis (9/5) lalu dan kamis (16/5). Dari hasil pemeriksaan semua peserta suluk kondisinya sehat. Hanya saja, korban sebelum mengikuti suluk memiliki riwayat sakit diabetes dan asam urat.

“ Tim kami selalu memeriksaan kesehatan peserta suluk, hanya saja, saat salat Zuhur Rabu (15/5) penyakit korban kambuh dan tidak sempat lagi diberikan pertolongan,” ujarnya

Dengan adanya satu jamaah yang meninggal, Kontesa mengimbau jamaah lainnya tetap fokus menjaga kesehatan tubuh mereka. Dirinya berharap, para jamaah dapat beristirahat dengan cukup, menjaga pola makan, dan selalu memakan makanan yang bergizi.“ yang tidak kalah pentingnya minum yang cukup atau tidak mengalami kekurangan cairan saat beribadah,” terangnya.

Pimpinan Tareqat Naqsabandyah Bengkulu Selatan, Buya M Zaman R mengucapkan terima kasih kepada petugas kesehatan BS yang selalu memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta suluk. Dikatakanya, kegiatan suluk di mulai 6 Mei lalu dan berakhir nanti malam. “ Untuk saat ini, semua peserta suluk kondisinya sehat, mudah-mudahan hingga kegiatan suluk berakhir, mereka semua tetap sehat,” ujarnya.(369)