Jamaah Suluk Kembali Dipulangkan

ARY/Bengkulu Ekspress Para jamaah suluk saat berada di gedung suluk pada hari Rabu (15/5) kemarin. Hingga kemarin sejumlah jamaah suluk dipulangkan karena kondisi kesehatannya menurun.

CURUP, Bengkulu Ekspress– Setelah sebelumnya ada tiga jamaah pengajian Ilmu Tasawuf Tareqat Naqsabandiyah atau Suluk dipulangkan sehari setelah pembukaan, di hari keenam gelombang satu kemarin, panitia kembali memulangkan beberapa jemaah lainnya. Dipulangkannya para jamaah suluk hal tersebut dikarenakan kondisi kesehatan mereka yang terus turun. Para peserta tersebut dipulangkan karena bila terus dipaksanakan mengikuti kegiatan suluk hingga hari terakhir, justru akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada para peserta.

“Hingga hari ini ada beberapa peserta tambahan yang kita pulangkan karena kondisi kesehatan mereka turun,” ungkap Wakil Ketua Umum Pengajian Ilmu Tasawuf Tareqat Naqsabandiyah, M Edi saat dikonfirmasi, Rabu (15/5) kemarin.

Dijelaskan Edi, selain tiga orang yang telah dipulangkan sebelumnya, hingga kemarin ada dua peserta lagi yang mereka pulangkan. Kedua peserta yang dipulangkan tersebut berasal dari Provinsi Lampung. Sebelum dipulangkan keduanya sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Curup. Setelah dinyatakan pulih kemudian keduanya dipulangkan oleh panitia.

“Sebelumnya ada tiga jemaah suluk yang kita rujuk ke RSUD Curup, dua orang sudah pulang dan satu lagi masih menjalani perawatan,” sampai Edi.

Lebih lanjut Edi menjelaskan, menurunnya kondisi kesehatan para peserta Suluk yang ada di Desa Suka Datang Kecamatan Curup Utara tersebut sebagian besar karena penyakit bawaan seperti penyakit gula darah dan asma. Sedangkan untuk menurunkan kesehatan karena dehidrasi, Edi mengaku hingga kemarin pihaknya belum menemukan maupun mendapat laporan dari petugas medis yang bertugas bahwa mereka sakit karena dehidrasi.

“Sebagian besar mereka yang sakit saat mengikuti suluk ini karena penyakit bawaan seperti gula darah dan asma, kalau untuk dehidrasi belum ada,” sampainya.

Di sisi lain, Edi menjelaskan, kegiatan suluk gelombang satu tahun 2019 ini akan berakhir pada Sabtu (18/5) malam nanti. Dimana menurutnya tidak ada kegiatan seremonial layaknya pembukaan saat penutupan nanti. Sementara itu, untuk kegiatan Suluk gelombang kedua yang juga akan segera mereka laksanakan, menurut Edi hingga kemarin baru ada 20 orang pendaftar yang berasal dari Kota Bengkulu, Lubuklinggau dan Kepahiang.

Namun menurut Edi tidak menutup kemungkinan pesertanya akan kembali bertambah menjelang pembukaan suluk gelombang kedua.”Untuk saat ini yang mendaftar gelombang kedua baru 20 orang, namun tidak menutup kemungkinan pesertanya akan terus bertambah hingga pembukaan Suluk gelombang kedua nanti,” demikian Edi.(251)