Jamaah Suluk Idap Penyakit Darah Tinggi dan Asma

tempat sulukMANNA, BE – Sebelum menjalankan ibadah suluk, sebanyak 30 peserta jamaah suluk jamaah Tareqat Nagsabandiyah yang berada di Desa Bengkenang Kecamatan Manna dicek kesehatannya.
Dari hasil cek kesehatan itu ternyata banyak jamaah yang mengalami darah tinggi. Hal ini disampaikan oleh Kepala Puskesmas¬† Kayu Kunyit, Tun Haidi SKM didampingi dokter pemeriksa dr Melianita Sari usai mengecek jamaah suluk kemarin. “Dari hasil pemeriksaan awal, banyak tekanan darah peserta suluk diatas 150/90 CC hingga 170 CC, seperti akibat para jamaah kelelahan usai menempuh jarak jauh dari asalnya,” katanya.
Bahkan sebelum acara suluk dimulai, ada salah satu jamaah yakni Juliandi (25), asal Lahat mengidap asma. Bahkan kondisinya saat itu sangat lemah. Namun saat pihaknya meminta agar Juliandi untuk segera berobat ke Puskesmas, tetapi juliandi menolak dengan alasan akan kuat menjalankan ibadah suluk. Pihaknya pun sudah menyampaikan kepada pimpinan suluk agar jamaah ini terus diberi obat dan pihaknya akan selalu mengecek kesehatan peserta suluk.
Selain itu, para peserta juga banyak yang mengidap penyakit maag. Bahkan saat timbang berat badan, rata-rata peserta suluk berat badannya menurun drastis hingga 5 – 10 kg. Sehingga pihaknya khawatir dalam pelaksanaan suluk ini dapat berakibat patal bagi peserta suluk itu sendiri. “Kami khawatir kondisi fisik peserta suluk akan semakin lemah, tetapi kami sudah anjurkan kepada pimpinan suluk agar gizi peserta lebih diperhatikan terutama air minum agar selama suluk kesehatannya tetap terjamin,” terangnya.
Sementara itu, pimpinan Tarekad Nagsabandiyah BS, Buya M Zaman R mengatakan, pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan petugas kesehatan. Bahkan pihaknya mendapat 4 kali jadwal pemeriksaan jamaah suluk yakni kemarin,  Senin (22/7), Kamis (25/7) dan Sabtu (27/7).
Kegiatan suluk ini diikuti oleh 30 peserta yang datang dari Lampung, Lahat, Jambi, Kaur dan Seluma serta warga sekitar. “Untuk kegiatan suluk ini peserta akan selalu dalam kelambu untuk berzikir menyebut nama Allah selama 70 ribu kali yang ditandai dengan kerimil sebanyak 107, karena setiap hitungan seratus diambil satu hingga kerikil kecil ke 100. Lalu hitungan keseribu diambil satu kerikil besar yang jumlahnya hanya 7 buah, kegiatan suluk ini akan berakhir pada 29 juli mendatang,” jelasnya.(369)