Jamaah Meninggal, Koper Ditimbang

Proses penimbangan koper jamaah haji asal Provinsi Bengkulu.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Kabar duka kembali datang dari Arab Saudi. Seorang jamaah haji kloter 11 PDG atas nama Saleha Jamaludin Coto. Dengan nomor paspor : C2141044, asal kabupaten Bengkulu Utara.

Ia menghembuskan napas terakhir di RS An Nuur, Minggu,18 Agustus 2019, pukul 18.35 WAS, karena pembengkakan paru (Fulmonary Oedema) dan telah dimakamkan di Syiraya, Makkah. Disisi lain, sebagai persiapan kepulangan ke tanah air, koper jamaah haji asal Provinsi Bengkulu mulai ditimbang.

Innalillahi wainna ilaihi rojiuun, telah berpulang ke rahmatullah jamaah haji kloter 11 PDG atas nama Saleha Jamaludin Coto. Dengan nomor paspor : C2141044, asal kabupaten Bengkulu Utara.

Ia menghembuskan napas terakhir di RS An Nuur, Minggu,18 Agustus 2019, pukul 18.35 WAS, karena pembengkakan paru (Fulmonary Oedema). Saleha telah dimakamkan di Syiraya, Makkah.

 

Diceritakan Ketua Kloter 11 PDG H Peri Irawan, pada 9 Agustus, Saleha yang sakit dibawa petugas Tim Kesehatan Haji Indonedia (TKHI) untuk dirujuk ke KKHI. Setelah sebelumnya sempat mendapat perawatan oleh petugas TKHI di hotel 402. Empat hari berikutnya, tepatnya pada 14 Agustus oleh KKHI Saleha dirujuk ke RS.Annur Mekkah. Pada 19 Agustus 2019, sekitar pukul 17.40 WAS, petugas maktab memberitahu kepada ketua kloter tentang wafatnya Saleha di RS. Annuur.

 

“Pada pukul 19.00 WAS, setelah menyelesaikan segala administrasi di KKHI. Petugas kloter bersama utusan keluarga Saleha dibawa petugas maktab ke RS. Annuur melayat jenazah.

“Setelah petugas Kloter dan perwakilan kluarga diperkenankan melihat jenazah, oleh petugas RS. Annuur jenazah langsung dibawa ke Masjidil Haram untuk disalatkan dan selanjutnya dimakamkan,” katanya.



Koper Jamaah Ditimbang

Penimbangan koper jamaah haji Provinsi Bengkulu, mulai berlangsung pada Selasa (20/8). Penimbangan koper jamaah kloter pertama Provinsi Bengkulu, dilakukan di hotel oleh petugas. Setekah itu, koper diantarkan ke bandara di Jeddah, Madinah. Sementara jemaah haji dijadwalkan dipulangkan ke tanah air pada 22 Agustus 2019.

Ketua Kloter 6 Padang (PDG) H Sumaryatim menuturkan kepada BE saat diwawancarai via telepon kemarin (20/8), deretan koper jemaah haji disusun rapi menunggu proses timbang yang terletak di lobi hotel. Satu persatu koper diperiksa dan timbang. Kemudian, koper yang telah ditimbang disusun pada truk pengangkut hingga siap diantarkan ke bandara”Penimbangan dimulai sekitar pukul 08.00 Waktu Arab Saudi (WAS),” ujar Sumaryatim.

Pada penimbangan itu, masing-masing jamaah mendapatkan jatah berat barang bawaan maksimal 32 kilogram (Kg) untuk koper Nezar dan koper jinjing 7 kg. Ada 10 koper jemaah yang dibongkar untuk dikeluarkan barangnya, karena kelebihan timbangan. Terkait hal ini,
Sumaryatim terus mengimbau agar jamaah haji memperhatikan berat koper bawaan, serta tidak memasukkan cairan, terutama air zam-zam, ke dalam koper.

“Sudah berkali-kali kita sampaikan ke jamaah untuk tidak membawa air zam-zam dan barang terlarang lainnya di dalam koper. Jika masih ada itu di luar kemampuan kami, karena untuk mengetahui nanti setelah X-ray di bandara, ” jelasnya. (247)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*