Jamaah Haji asal Bengkulu Utara Meninggal

Aris anak bungu Hayuya menunjukkan foto Hayuya saat masih hidup
Aris anak bungu Hayuya menunjukkan foto Hayuya saat masih hidup

Berwasiat Ingin Tinggal di Tanah Suci

ARGA MAKMUR, Bengkulu Ekspress– Satu orang jamaah haji kloter 9 rombongan 9 regu 34 asal Kabupaten Bengkulu Utara (BU) meninggal dunia di Musdalifah, Senin (20/3) sekitar pukul 10.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Jamaah haji tersebut atas nama Hayuya (81) tinggal di Gang Pelajar, RT 22 Kelurahan Purwodadi Kecamatan Arga Makmur. Jenazah Hayuya tidak dibawa ke Indonesia, tetapi dimakamkan di pemakaman tanah suci.

Hayuya berangkat ke tanah suci tidak sendirian, tetapi dengan anak dan suami anaknya. Kepergian Hayuya nampaknya sudah diikhlaskan oleh keluarga dan anak-anaknya. Karena saat berangkat ke tanah suci, Hayuya sudah berpesan kepada anak-anaknya, dia tidak ingin kembali lagi ke Indonesia setelah ibadah haji selesai.

“Sudah seperti pertanda, ibu bilang dengan istri dan kakak saya saat berangkat kemarin katanya tidak mau pulang lagi ke Indonesia. Istilahnya sudah keinginan ibu meninggal di tanah suci, kita sudah ikhlas atas kepergian ibu,” jelas Aris, anak bungsu Hayuya kepada Bengkulu Ekspress.

Masih dikatakan Aris, segala persiapan kesehatan sudah dilakukan ibunya sejak mendaftar haji tahun 2013 lalu. Sering mengikuti senam atau olahraga serta kegiatan pengajian disekitar rumanya. Tidak heran jika tidak ada keluhan kesehatan dari ibunya saat terakir komunukasi melalui video call dengan kakak Aris.

Hayuya hanya menanyakan bagaimana kabar keluarga di Indonesia, terutama menanyakan kabar cucung dan cicitnya. “Hari Sabtu kemarian ibu video call dengan kakak, kondisinya sehat. Dia malah menanyakan bagaimana kabar cucungnya,” imbuh Aris yang menambahkan jika ibunya memiliki 6 orang anak, 12 cucung dan 2 orang cicit.



Sementara itu, Ketua kloter 9 Jamalus mengatakan, dari hasil pemeriksaan dokter di Musdalifah, ada dugaan Hayuya mengalami serangan darah tinggi. Kondisi tersebut besar kemungkinan terjadi terhadap Hayuya secara mendadak, mengingat kondisi cuaca di Musdalifah yang cukup panas. “Innalilahi wainailaihi rojiun telah meninggal orang tua kuta Hayuya di Musdalifah. Semoga almarhumah husnul khotimah. Diduga meninggal akibat penyakit darah tinggi,” pungkas Jamalus.(167)