Jalur PDAM Sebabkan Kecelakaan

KARANG TINGGI, BE– Pembangunan saluran Air PDAM proyek Provinsi Bengkulu sepanjang 7 Km di Desa Renah Semanek dan Renah Lebar mendatangkan masalah baru. Bekas galian saluran air itu dibiarkan menumpuk ditepi jalan. Sehingga mengganggu pengendara yang melintas. Terutama di musim hujan seperti sekarang.

Material galian PDAM itu menjadi licin. Sehingga menyebabkan banyak terjadi kecelakaan lalu lintas.

Sebagaimana dikeluhkan Lailatul Kadri warga Desa Renah Semanek, “Ya akibat galian itu materialnya berserakan, dan tanah jalan menjadi. Sehingga acap timbul kecelakan,” kata Lailatul Kadri.

Dia mengungkapkan selain, jalan jadi licin, galian itu juga merusak jalan. Pembangunan saluran itu dilakukan dengan membonkra jalan berasapal. Namun setelah saluran dipasang, aspal jalan tak diperbaiki lagi.

“Habis digali ya belum ada perbaikan, sepertinya ditinggalkan begitu saja, ‘ katanya.

Kondisi itu membuat warga yang melintas di jalan itu sering jatuh. Terutama pengendara motor. Setiap hari selalu saja ada kecelakaan yang terjadi. Hal ini membuat warga terluka dan motornya rusak.

Hal ini tentu sangat merugikan masyarakat.Atas masalah ini Kadri dan warga Desa Renah Semanek dan Renah Lebar mengharapkan pihak terkait, terutama PDAM segera membenahi kerusakan jalan dan material yang berserakan itu. Sehingga kecelakaan tidak terjadi lagi.

Namun Sudarmin, SH, Kepala BLU AM (Badan Layanan Umum -Air Minum) Benteng belum berhasil dikonfirmasi terkait keluhan masyarakat tersebut. Saat coba ditelepon handphonenya tidak aktif. (122)