Jalur Mudik Rusak Berat

Beginilah kondisi jalan lintas barat (Jalinbar) di Desa Selolong Kecamatan Batiknau, Bengkulu Utara yang rusak berat.
Beginilah kondisi jalan lintas barat (Jalinbar) di Desa Selolong Kecamatan Batiknau, Bengkulu Utara yang rusak berat.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Hari Raya Idul Fitri 1438 H hanya tinggal dua pekan lagi, dan arus mudik diprediksi mulai terjadi pada H-7 mendatang. Namun sebagian besar ruas jalan yang menjadi jalur mudik, terutama jalan-jalan yang menghubungkan antar kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu saat ini masih dalam kondisi rusak berat. Hal ini dikhawatirkan akan mengganggu kenyamanan dan keamanan para pemudik.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Bengkulu, H Syaifuldin Firman tak menampik kondisi tersebut.

“Memang masih ada jalan yang rusak dan berlubang di sepanjang jalur mudik dan belum dapat diselesaikan sebelum lebaran,” ujar Syaifuldin kepada BE, kemarin (9/6).

Tidak hanya jalan provinsi, jalan nasional penghubung Bengkulu – Sumatera Barat pun banyak yang rusak berat, seperti jalan nasional di Desa Selolong, Kecamatan Batik Nau, dan di Serangai Kecamatan Ketahun, Bengkulu Utara.

Beberapa jalur lainnya adalah Jalan Padang Capo – Atas Tebing, Jalan Kroya, Jalan Giri Mulia – Padang Jaya, Jalan Rawa Indah dan beberapa lainnya.

Demikian juga Bengkulu batas dengan Bengkulu Selatan di beberapa tempat mengalami kerusakan dan banyak terdapat lubang besar. Melihat hal ini, jalan provinsi yang rusak belum dapat diperbaiki sepenuhnya sebelum musim mudik lebaran tahun ini

“Jalan ini juga sudah kami programkan untuk diperbaiki pada 2017 ini, setelah proses tender selesai maka akan langsung kami kerjakan, tapi kemungkinan setelah lebaran,” terang Syaifuldin.
Hal ini dapat menghambat kelancaran angkutan mudik 2017 dari Kota Bengkulu ke sejumlah kabupaten atau ke provinsi lain.

“Memang kondisi ini akan membuat perjalanan mudik terhambat karena masyarakat tidak bisa membawa kendaraannya dengan maksimal,” sambung Syaifuldin.

Menurutnya, lubang besar yang ada di badan jalan sangat berbahaya. Sebab dapat menyebabkan pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan karena terjebak lubang besar terutama pada saat hujan lubang akan tertutup genangan air.

“Sebenarnya sudah ada beberapa lubang besar di ruas jalan yang sudah kami tutup, tapi memang belum selesai semuanya dan akan terus kami upayakan,” tambah Syaifuldin.

Ia  mengaku, perbaikan ruas jalan yang rusak ini belum dapat dilakukan karena masih dalam proses tender dan belum selesai. Bahkan ada diantara ruas jalan tersebut hasil tendernya dibatalkan, seperti Jalan Padang Capo hingga perbaikannya belum dapat dilakukan.

“Jalan rusak ini sudah diprogramkan Dinas PU Provinsi Bengkulu untuk dilakukan perbaikan pada 2017 ini, namun masih dalam proses tender yang belum selesai hingga pekerjaannya belum bisa dilakukan,” terang Syaifuldin.

“Jalan ini merupakan jalur mudik satu-satunya dari Kota Bengkulu menuju ke beberapa daerah di sejumlah kabupaten di Bengkulu, sudah kami programkan dan tinggal menunggu hasil tendernya saja,” jelas Syaifuldin.

Untuk itu, Syaifuldin mengimbau kepada semua masyarakat yang berniat mudik dari atau ke Provinsi Bengkulu diharapkan untuk lebih berhati-hati berkendara saat mudik lebaran karena kondisi jalan yang belum sepenuhnya diperbaiki.

“Kami harap masyarakat lebih berhati-hati saat mudik karena kondisi jalan juga belum benar-benar mulus untuk menghindari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tukasnya.(999)