Jalur Curup-Linggau Mulai Kondusif

CURUP, BE – Situasi kawasan Lembak, Rejang Lebong, kemarin, mulai berangsur kondusif. Aksi warga usai insiden perampokan dan penjarahan bus Doa Bersama yang menewaskan terduga pelaku Edi Purwanto, warga Desa Belitar Muka Kecamatan Sindang Kelingi dan melukai 3 penumpang, tidak berlanjut. Blokir jalan yang menghalangi akses jalan lintas Curup-Lubuklinggau juga mulai dibuka.
Ijen (39) salah satu sopir ekspedisi dikonfirmasi wartawan menerangkan, kondisi jalan sudah mulai aman dilalui. “Tidak ada warga yang menjaga di jalan, membuat pos pengamanan,” tuturnya. Membawa barang sparepart kendaraan, Ijen mengaku memang tidak melintas pada malam hari dan menjadwalkan melewati lintas Curup-Lubuklinggau pada siang hari. “Kalau malam mungkin kami kurang yakin aman, jadi kami memilih lewat pada siang hari,” terangnya lagi. Kapolres Rejang Lebong AKBP I Ketut Yudha Karyana SIK dikonfirmasi wartawan menerangkan, kondisi jalan lintas Curup-Lubuklinggau yang memang sudah kondusif dan bisa dilalui kendaraan. “Jikapun ada kendaraan yang perlu pengawalan, polisi bersedia membantu untuk itu,” tegas Kapolres. Disinggung soal rencana pembuatan pos pengamanan, dalam operasi pekat jelang Ramadhan, Kapolres enggan menjelaskan lebih lanjut. “Kalau apa yang akan kita lakukan nanti itu rahasia polisi, tidak bisa disampaikan,” terangnya. Hanya saja, jangkan panjang pihaknya mengusahakan didirikan polsek di wilayah jalan lintas Curup-Lubuklinggau tersebut. “Idealnya ada Polsek yang harus dibangun di wilayah itu,” tambahnya. Pantauan wartawan, anggota polisi terdiri dari anggota Polres RL, Brimob masih berjaga di jalan lintas Curup-Lubuklinggau khususnya di Polsek Sindang Kelingi. Masih terlihat petinggi Polres dan Polda yang tetap berada di wilayah Lembak, seperti Kapolres RL AKBP I Ketut Yudha Karyana, Tokoh Presidium Lembak, Dir Reskrimum Polda Bengkulu Kombes Dedi Irianto, serta tokoh masyarakat lainnya.(999)

  • bambang 15 Juli 2012 at 13:48

    dasar waega curup tho buyan…..
    enax di rumah begawe…