Jalinbar Rusak Parah, Truk Terjebak

jalinbar dibangun tak normal, truk terjebak dijalanKETAHUN, BE – Tidak adanya pembangunan yang permanen terhadap jalinbar di Desa Serangai Kecamatan Ketahun, pasca amblasnya jalan sepanjang 20 meter pada bulan Desember lalu membuat jalinbar itu masih belum bisa dilewati secara normal.
Pasalnya kondisi jalan hanya ditimbun dengan pasir yang mengakibatkan banyak kendaraan yang memaksakan lewat menjadi terjebak, terutama untuk kendaraan mobil dan truk bermuatan berat. Sedangkan untuk kendaraan motor terpaksa didorong agar bisa melewati jalan tersebut.
“Jalan ini belum layak untuk dibuka dan dilewati oleh kendaraan, apalagi kendaraan bermuatan berat, bisa terjebak seperti ini, kalau motor terpaksa didorong baru bisa lewat,” kata Dodi (22) warga Arga Makmur, saat melintas di jalinbar.
Menurutnya, perbaikan pembangunan jalinbar itu sifatnya asal-asalan, apalagi untuk dana pembangunan jalinbar itu mencapai miliaran rupiah. Seharusnya, kata dia, Pemerintah Provinsi segera mengambil tindakan untuk jalan lintas itu. “Masa anggaran miliaran rupiah seperti ini, perbaikannya pun tampak asal-asalan hanya ditimbun pasir dan tanah kuning, serta tidak merata,” jelasnya.
Sementara Wakil bupati Bengkulu Utara (BU), Ir Mi’an mengatakan, jalinbar yang ada itu jalan negara. Pemerintah Provinsi hendaknya¬† mengevaluasi mengapa rehaban jalan tersebut asal-asalan. Contohnya, jika hujan jalan itu tidak bisa dilewati, sedangkan jika kondisi normal pun banyak kendaraan yang terjebak.
Terpisah, Kapolsek Batik Nau, Iptu Syaiful Anwar mengatakan, pihaknya masih tetap menajaga jalan itu supaya kendaraan berkapasitas di atas empat ton tidak bisa melewatinya. Pasalnya banyak truk yang memaksa lewat dan akhirnya terjebak. “Jalan itu belum normal jadi memang belum bisa dilewati kendaraan bertonase berat, seperti truk dan mobil kecil bermuatan berat. Kalau dipaksakan ya terjebak di tengah jalan,” ujar Kapolsek.(117)