Jalan Tol Terkendala Anggaran

Bisa Batal Dikerjakan Tahun Ini

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Kontruksi pembangunan jalan tol Bengkulu-Lubuk Linggau terancam batal dikerjakan tahun ini. Pasalnya, hingga saat ini anggaran penyertaan modal negara (MPK) sebesar Rp 10,5 triliun belum teranggarkan di Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Kepala Proyek Jalan Tol PT Hutama Karya (HK), Hastuti mengatakan, jika belum teranggarkan, maka proses kontruksi bisa dikerjakan setelah anggaran tersebut tersedia tahun depan.

“Semua masih sedang berproses,” terang Hastuti kepada BE, kemarin (20/8).

Kondisi saat ini, menurutnya, yang telah teranggarkan hanya biaya pembebasan lahan warga yang akan dilalui jalan tol Bengkulu-Lubuk Linggau Sumatera Selatan (Sumsel). Menurutnya, anggaran kontruksi itu menjadi penentu pembangunan. Sebab, selain PMK Rp 10,5 triliun, PT HK juga direncanakan akan mendapat dukungan pendanaan dari Sindikasi Bank BUMN (Himbara), perbankan asing seperti MUFG, CIMB Niaga, ICBC, serta dari institusi keuangan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)/SMI, dan perbankan swasta yaitu Bank Mega dan Bank Permata dengan jumlah total Rp 32 triliun. “Insyallah masih terus diupayakan,” tambahnya.



 

Sesuai dengan rencana, pembangunan jalan tol Bengkulu-Lubuk Linggau panjang 95,8 KM itu terdiri dari tiga sesi. Bengkulu-Taba Penanjung 17,6 KM, Taba Penanjung – Kepahiang 23,7 KM dan Lubuk Linggau-Kepahiang 54,4 KM dengan total biaya investasi Rp 33,33 triliun. Saat ini proses pembebasan lahan masih dilakukan yang diperkasai oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Identifikasi dan pendataan tanah atau lahan masih dilakukan oleh BPN,” tutur Hastuti.

Selain itu, pemasangan patok batas lahan juga sedang dilakukan. Tidak hanya BPN, Kementerian PUPR juga ikut bergerak menyelesaikan tahapan tersebut. “Jadi berproses semua,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah mengatakan, anggaran PMK itu masih terus disiapkan dan dipastikan akan teranggarkan. Sehingga proses pembangunan kontruksi jalan tol itu bisa segara dilakukan.

“Tidak ada yang berubah dari scedul, tetap sesuai dengan rencana,” terang Rohidin.

Bahkan untuk memastikan pembangunan jalan tol Bengkulu-Lubuk Linggau itu teranggarkan, Gubernur telah menyurati secara langsung DPR RI agar bisa menganggarkan. Tidak hanya dorongan juga telah dilakukan oleh DPR RI dari Bengkulu. “Kita dorong juga di DPR RI, saya sudah bersurat untuk itu,” tegasnya.

Pembangunan jalan tol Bengkulu sendiri memang sudah masuk program strategis nasional (PSN) prioritas ke III, yaitu Lubuk Linggau-Curup- Bengkulu, Muara Enim-Lubuk Linggau dan S Indralaya – Muara Enim. Rohidin memastikan, pembangunan jalan tol itu bisa tetap sesuai rencana. “Pembebasan lahan juga masih dilakukan dan anggarannya sudah tersedia,” tutup Rohidin. (151)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*