Jalan Seberang Musi Semakin Rusak Karena Proyek Jalan Provinsi Gagal

Doni/Bengkulu Ekspress Salah satu titik kerusakan jalan provinsi di wilayah Kecamatan Seberang Musi, membuat para pengendara mesti ekstra hati-hati saat melintas.
Doni/Bengkulu Ekspress Salah satu titik kerusakan jalan provinsi di wilayah Kecamatan Seberang Musi, membuat para pengendara mesti ekstra hati-hati saat melintas.

SEBERANG MUSI, Bengkulu Ekspress – Gagalnya pelaksanaan proyek peningkatan jalan Tebat Monok-Simpang Waim-Embong Ijuk membuat jalan di kawasan Kecamatan Seberang Musi Kepahiang semakin rusak parah. Sehingga pengendara terutama roda dua yang melintas harus ekstra hati-hati. Sebab keadaan jalan tinggal batu koral yang berserakan dan bisa memuat pengendara tergelincir.

Mu’in (44), warga Desa Air Pesih Sabtu (4/11) menuturkan, jika kegagalan lelang proyek Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu untuk membangunan infrastruktur di Kabupaten Kepahiang sangat disayangkan. Ia berharap, pembangunan bisa dilaksanakan tahun depan, sesuai dengan gembar-gembor janji anggota legislatif Provinsi daerah pemilihan Kabupaten Kepahiang.

“Katanya anggota DPRD Provinsi dapil Kepahiang diberbagai kesempatan bahkan dimedia masa, mengatakan akan dibangun lagi. Kita harapkan benar-benar bisa dibangun jangan gagal lagi,” ungkapnya.

Kerusakan jalan disepanjang jalan lintas di Kecamatan Seberang Musi terjadi berbagai titik lokasi diantaranya dikawasan Desa Keliling, Lubuk Saung, dan Talang Babatan. Keadaan jalan terutama untuk area tebingan sangat rusak, dengan kondisi batu koran yang berserakan dan tak tertempel lagi dibadan jalan.

Sebelumnya di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2017 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu melalui Gubernur sebelumnya Ridwan Mukti menganggarkan dana Rp 25,2 miliar, untuk peningkatan jalan Tebat Mono-Simpang Waim-Embung Ijuk. Sempat terjadi gagal lelang, hingga harus menjalani lelang ulang akhirnya proyek provinsi gagal dilaksanakan tanpa diketahui secara jelas penyebabnya. Kemudian istri gubernur di OTT KPK dan Ridwan Mukti ikut diseret lembaga anti rasuah tersebut. (320)