Jalan Seberang Musi Semakin Hancur

RUSAK: Salah satu titik kerusakan jalan provinsi di wilayah Kecamatan Seberang Musi Kepahiang, yang membuat para pengendara mesti ekstra hati-hati saat melintas.
RUSAK: Salah satu titik kerusakan jalan provinsi di wilayah Kecamatan Seberang Musi Kepahiang, yang membuat para pengendara mesti ekstra hati-hati saat melintas.

SEBERANG MUSI, Bengkulu Ekspress – Gagalnya pelaksanaan proyek peningkatan jalan Tebat Monok-Simpang Waim-Embong Ijuk membuat jalan di kawasan Kecamatan Seberang Musi Kepahiang tersebut semakin rusak parah. Sehingga pengendara roda dua yang melintas harus ekstra hati-hati.

Mu’in (44), warga Desa Air Pesih, Minggu (21/1) menuturkan, jika kegagalan lelang proyek Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu untuk membangunan infrastruktur di Kabupaten Kepahiang sangat disayangkan. Ia berharap, pembangunan bisa dilaksanakan tahun depan, sesuai dengan gembar-gembor janji anggota legislatif provinsi dapil Kepahiang.

“Katanya anggota DPRD provinsi dapil Kepahiang diberbagai kesempatan mengatakan akan dibangun lagi. Kita harapkan benar-benar bisa dibangun jangan gagal lagi,” ungkapnya.

Kerusakan jalan disepanjang jalan lintas di Kecamatan Seberang Musi terjadi pada berbagai titik. Diantaranya, di kawasan Desa Keliling, Lubuk Saung, dan Talang Babatan. Jalan tersebut dengan kondisi batu koral yang berserakan dan tak tertempel lagi di badan jalan.

Sebelumnya di APBD 2017, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu melalui Gubernur sebelumnya Ridwan Mukti menganggarkan dana Rp. 25,2 miliar, untuk peningkatan jalan Tebat Mono-Simpang Waim-Embung Ijuk. Sempat terjadi gagal lelang, hingga harus menjalani lelang ulang akhirnya proyek provinsi gagal dilaksanakan tanpa diketahui secara jelas penyebabnya. Kondisi semakin tidak ada kejelasan pasca Ridwan Mukti dan istri di OTT KPK beberapa waktu lalu. (320)