Jalan Putus, Rumah Masih Tergenang

BENGKULU, BE – Intensitas hujan yang cukup tinggi dan terjadi hampir setiap hari, membuat air tak kunjung surut.  Tak hanya itu, hujan deras juga membuat beberapa wilayah mengalami longsor dan ruas Jalan pun putus.  Salah satu ruas yang putus yakni Jalan lintas Lebong-Bengkulu Utara  akibat material longsor yang menutupi jalan di 7 titik jalan lintas tersebut.   Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (17/11) kemarin sekitar pukul 21.00 WIB. Akibatnya jalan Lintas Lebong-Bengkulu Utara sempat terputus sejak pukul 21.00 WIB dan baru dapat dilintasi kembali pada Minggu (18/11) pukul 10.00 WIB kemarin.

Berdasarkan pantauan di lapangan, longsor terparah terjadi di Bukit Resam, dimana sekitar 30 meter badan jalan tertutup tanah dengan volume timbunan mencapai 500 kubik.  Namun setelah 1 unit alat berat diturunkan, jalan yang tertimbun ini sudah bisa dilalui pada hari Minggu.  Meski jalan telah terbuka namun akibat longsor ini beberapa titik badan jalan masih sulit dilalui bahkan sempat tejadi 2 kali mobil truk dan mobil pick up, terjebak ke dalam lubang yang ada di badan jalan yang mengakibatkan pengedara lain tidak bisa lewat. Mendapatkan informasi tersebut, Bupati Lebong H Rosjonsyah SIP  MSI dan jajaran Dinas PU Lebong pada Minggu pagi langsung meninjau lokasi.

Seketaris Dinas PU Lebong Drs Dalmuji Suranto, mengatakan saat ini pihaknya telah menurunkan 1 unit alat berat eksavator dan untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan akan disiagakan 1 unit alat berat lagi.  Sedangkan untuk menutup lubang-lubang yang tejdai dibadan jalan akibat longsor telah dimobilisasi Damp Truck untuk mebawa koral dan menutup lubang sehingga tidak ada lagi mobil yang terjebak.

“Saat ini alat berat kita stand by dilokasi longsor, kita khawatir akan ada  longsor susulan. Sebab saat ini masih ada potensi akan terjadinya longsor, sehingga kalau longsor bisa langsung dikerjakan alat berat untuk menyingkirkan material longsoran tersebut,” kata Dalmuji.

Jalan Jadi Sungai
Sementara banjir juga menggenangi Kelurahan Talang Rimbo Baru, Batu Galing, Kelurahan Pasar Tengah, Kepala Siring dan Kelurahan Timbul Rejo Kabupaten RL.  Hujan deras yang terjadi terjadi selama 2,5  jam, sejak pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.30 WIB, membuat puluhan rumah warga terendam air.

Bukan hanya itu, pantauan wartawan beberapa jalan Iskandar Ong Kelurahan Timbul Rejo, jalan Ahmad Marzuki, Jalan Jeruk, Gang Sawo, Jalan Belimbing Satu, Jalan Belimbing Dua,  Jalan Paku Windo Kelurahan Talang Rimbo Lama, Jalan Mira Kelurahan Batu Galing, Jalan Kartini Kelurahan Pasar Tengah dan Kepala Sising mendadak berubah menjadi sungai.

Banjir juga membuat lalu lintas jalan menjadi terhambat, tidak jarang ada kendaraan yang macet sehingga terpaksa di dorong. Air hujan mengalir deras, bahkan drainase yang seharusnya menjadi jalan air tidak mampu menampung luapan air sehingga meluap dan menggenangi jalan dan menggenangi rumah warga.

Pantauan wartawan dilokasi banjir dadakan, warga tampak sibuk menggunakan sapu, cangkul dan kain pel untuk menghalau banjir dadakan. Bahkan tidak sedikit warga yang membuat bendungan agar air tidak masuk ke rumah mereka, namun upaya itu tidak juga bisa membuat warga terhindar dari banjir dadakan. “Banjir dadakan seperti ini terjadi setiap kali hujan deras. Tidak terhitung lagi berapa kali kami harus membersihkan perabotan rumah yang basah dan dikotori lumpur,” kata Widodo (42) warga Jalan Jeruk Rt 5 Rw 2 Talang Rimbo Baru.
Tigor (35) salah satu korban banjir  mengaku terpaksa harus memindahkan seluruh perabotan rumah agar tidak bawah akibat genangan air banjir yang masuk ke dalam rumah. “Bukan hanya rumah saya, ada belasan rumah tetangga saya ikut digenangi air,” sesalnya.

Longsor di Kota
Bahaya tanah longsor juga menjadi ancaman di pemukiman warga yang berada didataran tinggi. Terlebih jika tekstrur tanah lembut  dan hasil timbunan.  Usai hujan deras Sabtu (17/11),   longsor terjadi dipemukiman warga RT 8 Kelurahan Semarang, Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu. Hanya saja tidak ada korban jiwa, namun kondisi longsor tersebut nyaris saja memakan badan jalan. Ketinggian tanah longsor mencapai 5 meter, dan menumbangkan pohon asam warga dan beberapa bangunan kayu lainnya. Kejadian tersebut diperkirakan warga pada pukul 19.00, seusai Maghrib.
Diungkapkan Ketua RT 8, Firman, pihaknya sama sekali tidak mengetahui saat kejadian tanah longsor tersebut.  Warga baru mengetahui bahwa ada tanah longsor kemarin pada pukul 08.00 WIB. Tanah yang sudah dipasang penahan tersebut tidak mampu menahan air yang sudah menumpuk, dan menyerap dalam tanah.

Tinjau Banjir
Atas bencana banjir yang terjadi,  Caretaker Walikota Bengkulu, Drs H Sumardi MM langsung turun  mengecek beberapa daerah terendam banjir akibat tingginya curah hujan yang mengguyuri kota Bengkulu Sabtu sore hingga malam.  Sedikitnya ada 4 titik lokasi banjir yang dikunjungi Caretaker Walikota ini, yakni  RW 04 Kelurahan Rawa Makmur  yang meliputi RT 07, RT 08 dan  RT12.
Kemudian diteruskan ke RT 21 Kelurahan Surabaya, RT 01 Tanjung Jaya dan RT 02 Kelurahan Semarang.  Dalam peninjauan ke lokasi tersebut, Sumardi  mengharapkan agar masyarakat di daerah yang terkena banjir dapat selalu waspada menghadapi musim penghujan seperti saat ini.

“Hati-hati dengan oknum yang memanfaatkan momen banjir ini,  kepada warga saya harapkan saling gotong royong untuk memanimalisir terjadinya kerugian yang terlalu besar,” ujar Sumardi disela-sela sidak lokasi banjir, kemarin.

Dalam kesempatan tersebut,  Caretaker Walikota bertindak cepat dengan menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bengkulu untuk mengantisipasi keadaan banjir yang melanda. “Banjir ini adalah musibah alam, saya minta kepada  dinas terkait dapat memperbaiki drainase yang tidak berfungsi lagi untuk mengaliri air,” pintanya. (777/999/400)