Jalan Putus, BPBD & DPRD Didemo

TAIS, BE – Puluhan warga Desa Sekalak Kecamatan Seluma Utara kemarin siang (28/11) mendemo kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seluma. Massa yang langsung dikomandoi Kepala Desa (Kades) Sekalak, Rijo Haliman Nata berdatangan menggunakan sejumlah sepeda motor dan 1 unit mobil dengan bak terbuka.
Aksi unjuk rasa yang dimulai pukul 10.00 WIB didahului dengan mendatangi BPBD. Warga memaksa pejabat BPBD Drs A Yunus MM dan jajaran segera membuka isolasi desa yang dihuni oleh 185 KK itu.

Pasalnya, jalan akses desa menjadi putus karena dampak pekerjaan proyek rehabilitasi jalan pasca bencana yang digelar BPBD, mandeg. Sejak lebih dari sebulan lalu rekanan BPBD menggali 5 titik lokasi badan untuk pemasangan gorong-gorong, tapi sampai kemarin gorong-gorongnya tak kunjung dipasang.

Akibat pekerjaan gorong-gorong yang mandeg itu pula, telah menyebabkan longsor parah pada 2 titik lokasi. Yakni pada titik lokasi badan 6 km dari Desa Talang Rami atau 10 km dari Desa Sekalak, pada jalur penghubung Sekalak Talang Rami. Satu lokasi lagi yang longsor berada pada titik 1 km dari Sekalak dan 10 km dari Desa Lubuk Resam. Dengan putusnya jalan tersebut, desa terpencil terpencil itu menjadi tak punya akses jalan lgi yang dapat dilewati kendaraan.

Pantauan BE, setelah 2 jam mendesak pejabat sejumlah BPBD di kantor BPBD di Kelurahan Lubuk Lintang Tais, massa akhirnya berhasil memaksa pejabat terkait dengan proyek tersebut menandatangani pernyataan sikap yang berisi BPBD akan membuka akses jalan tersebut hari ini. Setelah, surat pernyataan didapat, massa bergerak ke DPRD Seluma di Pematang Aur Tais.

Di DPRD massa langsung diterima di ruang rapat III Setwan oleh Wakil Ketua I dan wakil ketua II Jonaidi Syahri dan Muchlis Thohir serta sejumlah anggota dewan lainnya. Lantas, Kades Sekalak Rijo meminta anggota DPRD untuk memastikan janji BPBD Seluma yang akan membuka akses jalan itu hari ini. Jika, sampai hari ini jalan masih dalam keadaan putus, maka Rijo mengancam akan membawa seluruh warga Sekalak menduduki BPBD dan DPRD Seluma sampai tuntutan dipenuhi.

”Sebelum ada proyek penanggunalangan bencana alam ini, jalan kami tidak putus. Mengapa setelah ada proyek ini malah kami desa kami menjadi seperti penjara,” kata Kades Rijo mengeluhkan. Sementara itu, usai menyampaikan aspirasi dengan tertib, masa bergerak pulang ke Sekalak.

Menurut Rijo, motor dan mobil yang digunakan massa ke Tais tersebut hanya dapat ditunggangi setengah jalan. Separuh perjalanan lagi sekitar 10 km masih harus ditempuh dengan berjalan kaki. (444)