Jalan Provinsi Dipenuhi Rumput

CIMG1966SINDANG DATARAN, BE – Entah kemana dana pemeliharaan jalan provinsi yang berada di sepanjang Desa Sinar Gunung, Desa Bengko, Desa Lubuk Alai Kecamatan Sindang Dataran.   Juga jalan provinsi yang melintas di Desa Empat Suku Menanti menunju Desa Tanjung Merindu yang dikenal Dusun Baru Kecamatan Sindang Beliti Ulu (SBU).

Pantauan Bengkulu Ekspress, kondisi pada kiri dan kanan jalan tersebut dipenuhi semak belukar sudah setinggi lebih dari dua meter,  tidak ditebas bayang.  Kondisi itu membuat badan jalan yang berada di wilayah bakal calon Kabupaten Lembak itu mengalami penyempitan, bahkan menyulitkan pandangan pengendara kendaraan hingga kerap terjadi kecelakaan, bahkan rawan kejahatan.

Lebih parah lagi, jalan yang berlubang serta sebuah fisik jembatan tidak lagi terlihat karena tertutup semak belukar. “Bayangkan saja, ada badan jalan yang sebelumnya 3 meter, kini dipenuhi belukar hingga hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Semak belular menutupi hingga 80 persen badan jalan,” terang Naidila (47) warga di lokasi jalan provinsi tersebut.

Padahal sambung Naidila, setiap tahunnya pada musim panen kopi, ada ribuan ton kopi basah yang dipanen dari wilayah tersebut, karena mayoritas warga menyambung hidup sebagai petani kopi. “Bagaimana hasil pertanian kopi bisa dipasarkan kalau jalan di wilayah kami ini tidak bagus. Kami minta pemerintah yang bertanggung jawab terhadap jalan ini bisa turun tangan dan melihat langsung kondisi warga yang ada,” tegas Naidila.

Kondisi itu juga dibenarkan Camat Sindang Dataran Agung  Nugroho, SSos kepada Bengkulu Ekspress. “Seingat saya, dua bulan yang lalu ada penebasan rumput yang ada di kiri dan kanan jalan, namun saya tidak pernah nanya karena mereka juga tidak melaporkan kepada kami.  Hanya saja penebasan jalan provinsi itu hanya sebatas  Desa Sindang Jati,” tegas Agung.

Agung mengaku, melihat kondisi jalan yang dipenuhi semak belukar, pihak kecamatan bersama warga pernah bergotong royong membersihkan jalan yang dipenuhi semak belukar. “Saya pernah kerahkan warga untuk bergotong royong, namun hanya sebentar saja rumput sudah tumbuh lagi,” kata Agung.

Camat SBU Abdul Roni kepada wartawan juga mengakui kondisi yang sama terkait jalan provinsi yang dipenuhi semak belukar di wilayah yang dipimpinnya.

“Kalau tidak salah penebasan semak belukar di kiri dan kanan jalan itu dilakukan dua kali dalam setahun. Namun hal itu belum efektif karena rumput sudah tumbuh lagi,” ujarnya. (999)