Jalan Provinsi di Lebong Banyak Rusak

ERICK/ BE
Salah satu titik jalan milik Pemprov Bengkulu yang berada di Kabupaten Lebong mengalami kerusakan.

LEBONG, bengkuluekspress.com – Banyaknya titik jalan di Kabupaten Lebong milik Pemerintah Provinsi Bengkulu mengalami kerusakan menjadi pekerjaan rumah (PR) tersendiri bagi Pemprov Bengkulu. Namun untuk jalan tersebut nantinya akan ada yang diperbaiki, terutama di kawasan jalan Tambang Sawah menuju Ketenong Kecamatan Pinang Berlapis.
Gubernur Provinsi Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA mengatakan, bahwa untuk masalah perbaikan poros jalan milik Pemprov memang tersendat. Namun masalah tersebut tidak hanya terjadi di Kabupaten Lebong.
“Data jalan yang mengalami kerusakan sudah masuk ke kami,” sampainya, Jumat (30/07).

Menurut Gubernur, adanya masalah untuk perbaikan jalan juga disebabkan akibat wabah covid-19 yang terjadi. Sejak tahun 2020 dan saat ini telah tahun 2021 untuk peningkatan jalan di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu memang banyak sekali yang tertunda dan batal.
“Namun untuk rencana strategis kita, akan melakukan peningkatan jalan di daerah Tambang Swah menuju Ketenong,” ujarnya.

Terpisah, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu dapil Lebong-Rejang Lebong, M Gustiadi SSos menanggapi masalah jalan provinsi di Kabupaten Lebong yang telah banyak mengalami kerusakan. Nanti di tahun 2022 dirinya meminta Pemrov Bengkulu bisa memprioritaskan pengingatan jalan di Kabupaten Lebong.
“Khusunya di kawasan Tes menuju Air Dingin sangat banyak jalan provinsi yang amblas,” ucapnya.

Selain kondisi jalan, sambungnya, juga fokus untuk pembangunan siring jalan serta pemindahan titik jalan. Mengingat kondisi jalan provinsi yang mengalami kerusakan bisa juga diakibatkan tidak adanya siring jalan serta yang rusak juga berada di tebing, sehingga harus adanya penggeseran titik jalan.
“Sudah banyak pengguna jalan yang menjadi korban akibat jalan yang telah mengalami kerusakan,” tuturnya.(614)

 







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*