Jalan Menuju RSUD Benteng Berlumpur

Bengkulu
Bakti/Bengkulu Ekspress CURHAT : Direktur RSUD Benteng, dr Sayboy N Siregar MM (tengah) curhat kepada Kabid Cipta Karya Dinas PU Benteng, Nurul Takwa (paling kanan) terkait kondisi jalan menuju RSUD Benteng becek ketika musim hujan

KARANG TINGGI, Bengkulu Ekspress – Rumah Sakit Umum (RSUD) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) sudah resmi pindah ke gedung baru di Desa Durian Demang, Kecamatan Karang Tinggi sejak beberapa hari lalu. Namun jalan menuju rumah sakit tersebut dikeluhkan.

Karena ketika musim penghujan, jalan menuju gedung RSUD yang belum diaspal itu berlumpur. Jika dibiarkan, dikhawatirkan akan mengganggu kenyamanan pasien yang datang untuk berobat.

“Saat musim hujan, jalan menuju gedung rumah sakit sangat becek sekali. Kasihan para pegawai dan pasien yang datang. Kasihan juga cleaning service (CS) kami,” curhat Direktur RSUD Kabupaten Benteng, dr Sayboy N Siregar MM kepada Kabid Cipta Karya Dinas PU Benteng, Nurul Takwa, kemarin (18/1).

Dijelaskannya, sejak dibangun tahun 2010 lalu, jalan tersebut semakin rusak akibat dilalui kendaraan besar pengangkut material pembangunan gedung rumah sakit.

Jika tak segera diperbaiki, selain akan mengganggu dan menghambat tenaga medis dalam melayani masyarakat, juga dikhawatirkan jalan itu semakin hancur.

“Kami harap pembangunan bisa dilakukan segera. Sebab, di awal tahun 2017 ini gedung baru RSUD sudah kami gunakan untuk melayani masyarakat,” tambahnya.

Selain perbaikan jalan, Sayboy juga mengusulkan sejumlah kebutuhan mendesak lainnya. Dmulai dari pemasangan lampu penerangan sepanjang jalan menuju RSUD, pembuatan gapura pada pintu masuk ke RSUD serta pembuatan taman hias sebagai penghijauan di kompleks RSUD tersebut.

Dengan kondisi seperti ini, kata dia, gedung yang telah berdiri megah itu tidak bisa digunakan secara optimal untuk melayani masyarakat.

“Karena belum ada atap penghubung dari gedung utama, sehingga gedung rawat inap terpaksa belum bisa kita manfaatkan. Tak hanya itu, belum adanya pagar keliling juga membuat kami khawatir akan tindak pidana pencurian. Dengan terbuka seperti saat ini, akses keluar dan masuk ke lokasi RSUD sangat terbuka lebar,” beber Sayboy.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerejaan Umum (PU) Kabupaten Benteng, Drs H Rachmat Rianto melalui Kabid Cipta Karya, Nurul Takwa mengatakan bahwa proses pembangunan jalan, gapura dan pagar tidak bisa dilakukan ditahun 2017 ini.

“Karena ada pemangkasan anggaran mencapai Rp 50 persen. Sebab itulah, ditahun ini pembangunan untuk RSUD Benteng tidak bisa dilakukan,” kata Takwa.(135)