Jalan Layang Dibangun Awal 2019


BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) saat ini tengah melakukan study kelayakan untuk proyek fly over atau jalan layang. Study ini telah dianggarkan Rp 1,3 miliar di dalam APBD 2018 untuk perencanaan dan rancangan pembangunan yang nantinya merujuk seperti fly over di Kota Palembang.

“Targetnya, perencanaan ini akan matang pada bulan Oktober, dan pada bulan November 2018 sudah bisa kita ajukan ke pusat untuk realisasi pembangunan,” kata Kepala Dinas PUPR Kota, Syafriandi ST M.Si, kemarin (21/1).

Menurutnya, kebutuhan pembangunan fly over ini berdasarkan kajian dan prediksi pihaknya terhadap perkembangan Kota Bengkulu 5 tahun ke depan, terutama masalah lalu lintas yang hingga saat ini terus meningkat jumlah kendaraan dan pertambahan penduduk di Kota Bengkulu.
Fly over ini untuk mengatasi kemacetan. Setidaknya akan dipusatkan di tengah kota sebanyak 2 titik.

“Sekarang memang belum macet, tapi 5 tahun ke depan mungkin kota ini sudah macet, maka guna study kelayakan ini menentukan titik mana yang tepat,” jelas Andi.

Rencana awal, lanjut Andi, posisi yang tepat untuk dibangun fly over ini adalah di kawasan Padang Jati menuju Padang Harapan, kemudian Simpang Skip menuju Sawah Lebar. Hanya saja, titik tersebut baru bisa ditentukan setelah keluar hasil study kelayakan.

“Fungsinya nanti bisa mempercepat arus lalu lintas, dan mengurangi kemacetan di jalan utama,” ungkapnya.

Fly over ini sendiri standar nya dengan ketinggian sekitar 13,5 meter dari permukaan jalan, dengan lebar bentang jalan 10 meter. Seperti di kota-kota besar, nantinya akan ditopang menggunakan tiang beton yang sangat kuat untuk menahan beban kendaraan.

“Fly over itu akan dibuat satu jalur dari satu titik menuju ke titik lainnya. Maka study kelayakan itu harus kita selesai dalam beberapa bulan ini,” tukas Andi.

Ia memastikan, proyek ini tidak menggunakan dana APBD Kota Bengkulu, melainkan dana bantuan dari Pemerintah Pusat atau Kementrian PUPR, dengan akomodasi anggaran sekitar Rp 350 miliar.

“Untuk menjemput bantuan dana itu, pihak kementerian menunggu kita menyerahkan hasil study kelayakan, maka kita targetkan selesai bulan Oktober tahun ini agar prosesnya bisa berjalan di awal 2019,” pungkasnya. (805)