Jalan Kantor Samsat Proyek Termahal

SELUMA TIMUR, BE – Bangunan jalan akses menuju kantor Samsat Seluma di Kelurahan Selebar Kecamatan Seluma Timur dinilai proyek paling mahal di Seluma. Pasalnya, jalan untuk menghubungkan jalan raya dengan lokasi kantor yang hanya berjarak sekitar 40 meter saja harus dibangun 2 jembatan plat deker dan pelapis tebing jalan hingga ratusan juta rupiah.

Padahal infrastruktur jalan akses tersebut hanya untuk mencapai kantor Samsat itu saja.

Persoalan ini disorot Ketua DPC Partai Persatuan Nasional (PPN) Seluma, Pirasuki AZ. Menurutnya, saking mahalnya nilai bangunan jalan menuju kantor Samsat tersebut, diperkirakan melebihi biaya pembangunan gedung utama beserta gedung sarana dan rumah dinas Kepala Samsat itu sendiri.

Sebagai gambaran, saat ini Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Bengkulu tengah meluncurkan proyek senilai Rp 138 juta rehab 1 dari 2 plat deker yang ada. Dipastikan, masing-masing jembatan plat deker sediri biaya pembangunannya jauh lebih mahal dari biaya rehab itu sediri.

Kondisi jalan kantor tempat pembayaran pajak kendaraan itu sendiri terdiri dari 2 akses. Pertama sisi kiri akses masuk dan kedua sisi kanan akses keluar. Masing-masing jalan dengan panjang 40-an meter itu berada di atas anak sungai yang kedalamannya sekitar 15 meter.

Kedalam jurang 15 meter itulah yang harus dibangun dengan biaya yang ditaksir melebihi biaya pembangunan gedung-gedung kantor Samsat itu sediri.
Pirasuki menaksir, bangunan gedung kantor utama, gedung sarana dan rumah dinas Samsat Seluma yang sudah dibangun diperkirakan bisa mencapai Rp 500 juta.

Sedangkan 2 plat deker yang sudah ada untuk menghubungkan jalan raya ke kantor dengan kondisi kedalaman jurang yang ada, ditaksir sekitar dari Rp 500 juta. Belum lagi, saat ini ada program rehabilitasi 1 plat deker dengan item pekerjaan pemasangan pelapis tebing senilai Rp 138 juta itu.

”Kita lihat kasat mata awam saja. Sudah pasti biaya membangun jalan 40 meter ini lebih mahal daripada membangun gedung Samsat itu sendiri,” katanya. Benarkah perihal tersebut?. Sayangnya bagian perencanaan Dispenda Provinsi Bengkulu belum dapat dikonfrimasi, sehingga keterangannya belum diperoleh. (444)