Jalan Jelek Seperti Kubangan

Airullah/BE
GOTONG ROYONG: Warga Desa di Desa Tanjung Aur saat melakukan gontong royong perbaikan jalan desa setempat, karena jalan sulit dilalui akibat tanah kuning, Sabtu (24/4).

MAJE,BE – Akses jalan masih menjadi kendala utama warga tiga desa yang menggunakan jalur eks PT Bengkulu Raya Timber (BRT). Lokasinya sekitar 18 KM di Desa Tanjung Aur, Desa Kedataran hingga Desa Penyandingan di Kecamatan Maje. Jalan ini kondisinya jelek. Ketika musim penghujan seperti saat ini kondisinya seperti kubangan tergenang air.

Padahal saat ini sedang usia musim panen kopi. Para petani harus mengangkut hasil panen. Menyikapi jalan jelek itu petani melakukan gotong royong memperbaiki jalan. Pasalnya rencana pemerintah membangun jalan itu dengan kualitas hotmix sampai saat ini belum terlaksana.

“Ini kesekian kalinya kami pengguna jalan BRT menggelar gotong royong. Kami berharap pemerintah Provinsi Bengkulu dapat turun langsung melihat kondisi jalan yang kami lalui,” kata Sekdes Tanjung Aur Supriadi Sabtu (24/4).

Dikatakannya, gotong royong (goro) itu melibatkan puluhan pengguna jalan terutama kepala rumah tangga. Mereka membawa cangkul kemudian meratakan gundukan tanah kuning dan menimbun lobang lobang yang menganga. Selain itu beberapa titik juga diberi kayu agar dapat diinjak ban motor sehingga tidak licin. Namun demikian tetap saja membutuhkan perjuangan yang panjang saat melintasi jalur ini.

“Bisa berjam jam bila melintasi melalui simpang empat BRT Linau, sama halnya melintasi jalur Desa Kedatangan Kecamatan Maje. Warga berharap tahun yang akan datang jalan ini dihotmix,” ujarnya.

Keluhan yang sama juga disampaikan salah satu guru SD di Desa Penyandingan Marlin Gusnadi. Menurut guru muda itu tak jarang saat berangkat sekolah dirinya terjatuh, karena akses jalan masih tanah kuning. Begitu juga saat hujan turun tak jarang pula terpaksa menginap dan tidak bisa pulang.

“Kalau cuaca seperti ini kami terpaksa memakai motor modifikasi kalau tidak tidak bisa mengajar karena tanah kuning menuju sekolah,”singkatnya.(618)