Jalan Desa Bukit Memprihatinkan

BERJUANG - ara pelajar dan petani saat berjuang keras melewati akses jalan kabupaten di Desa Bukit, Kecamatan Semidang Lagan, Kabupaten Benteng yang kondisinya rusak berat
Bakti/Bengkulu Ekspress
DADURAT : Para pelajar dan petani saat berjuang keras melewati jalan kabupaten di Desa Bukit, Kecamatan Semidang Lagan, Kabupaten Bengkulu Tengah.

SEMIDANG LAGAN BENGKULU TENGAH, Bengkulu Ekspress– Hingga saat ini ruas jalan milik Kabupaten Bengkulu Tengah di Desa Bukit, Kecamatan Semidang Lagan belum tersentuh pembangunan.Dari 6 kilometer yang berstatus jalan kabupaten, tercatat sebanyak 4 kilometer yang masih sulit dilalui semua jenis kendaraan.

“Secara keseluruhan, masih ada sekitar 4 kilometer lagi jalan kabupaten yang mengalami kerusakan parah,” kata Kepala Desa (Kades) Bukit, Ran kepada Bengkulu Ekspress, kemarin.

Menurut Ran, Desa Bukit merupakan suatu wilayah yang ditempati oleh masyarakat yang berprofesi sebagai petani. Dengan kondisi ini, kondisi jalan yang mulus memang sangat diinginkan masyarakat. “Buruknya jalan membuat masyarakat kesulitan untuk mengangkut hasil perkebunan mereka. Baik itu tandan buah segar (TBS) sawit maupun getah karet,” beber Ran.

Selain itu, belum mulusnya jalan yang merupakan penghubung antar Kabupaten Bengkulu Tengah menuju Kabupaten Seluma ini juga membuat para pelajar mengeluh. “Ketika hujan, jalanan becek dan licin. Hal ini membuat kendaraan sulit melintas. Bahkan, tidak jarang pula sepeda motor milik pelajar terjatuh akibat terpeleset,” ungkapnya.

Terpisah, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkulu Tengah, Susiana SH membenarkan buruknya kondisi jalan kabupaten menuju Desa Bukit tersebut. Memperjuangkan aspirasi masyarakat, sambung Susiana, pihaknya telah beberapa kali mengajukan usulan dan berkoordinasi langsung dengan Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Organisasi perangkat Daerah (OPD) teknis.

“Upaya agar pembangunan jalan kabupaten di Desa Bukit tentu saja terus dimaksimalkan. Alhamdulillah, saat ini rusa jalan sudah di aspal sepanjang 2 kilometer yang dilakukan 2 tahap, 1 kilometer pada tahun 2016 dan 1 kilometer pada tahun 2018. Diharapkan, pembangunan kembali berlanjut pada tahun berikutnya,” kata Susiana.(135)