Jagung Percontohan Tidak Optimal

MUKOMUKO, BE – Tanaman jagung percontohan yang ditanam di lahan sekitar 1,9 hektar di komplek Pemkab Mukomuko dipastikan tidak optimal. Hal ini diakui Badan Pelaksana dan Penyuluh  dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Mukomuko selaku pihak yang memanfaatkan lahan gambut itu.

“Dikarenakan kemarau mengakibatkan tanaman tersebut kekurangan air sehingga hasil yang akan dipanen beberapa minggu kedepan hasilnya tidak optimal,” ujar Plh BP2KP Pemkab Mukomuko, Aminuddin melalui Kasubid Kelembagaan, Dedi Purwantoro SPt.

Dikatakan Dedi, saat ini umur tanaman jagung itu sekitar 87 hari dan bibit yang digunakan adalah NK 22. Jika cukup air, Dedi memperkirakan tanaman jagung di lahaan seluas 1,9 hektar itu bisa menghasilkan atau panen mencapai 17 ton keatas.

Namun karena kekurangan air hanya mencapai sekitar 10 hingga 12 ton.

“Saya perkirakan jagung yang akan dipanen beberapa minggu kedepan paling besar 12 ton. Sebenarnya jagung tersebut bisa disiram, namun karena keterbatasan sarana dan prasarana sumber untuk menyiram tanaman jagung itu, maka penyiraman sulit dilakukan,” katanya.

Lanjut Dedi, setelah jagung dipanen, lahan percontohan itu nantinya akan ditaman dengan aneka tanaman seperti tanaman pangan, holtikultura, tanaman makanan ternak dan lainnya.

“Untuk lahannya kami menilai cocok dan siap untuk ditanami aneka tanaman untuk menyongsong pekan daerah 2013 mendatang,” ujarnya. (900)