Jagung Janjikan Keuntungan Besar

Pemprov Gandeng Investor

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Provinsi Bengkulu menilai rencana pengembangan tanaman jagung seluas 13.124 hektare sangat menjanjikan bagi para petani.

Hal ini mengingat produktivitasnya yang tinggi hingga diperkirakan mencapai 65.620 ton setiap panen dari 13.124 Ha tersebut.

Hasil ini akan membuat para petani di Provinsi Bengkulu mendapatkan keuntungan bersar dengan mengantongi puluhan juta rupiah dalam sekali masa panen.

Kepala DTPHP Provinsi Bengkulu, Ir. Ricky Gunarwan mengatakan, pengembangan tanaman jagung di Bengkulu sangat menjanjikan karena produktivitas tinggi bahkan bisa menghasilkan antara 5-7 ton per hektare.

“Kalau ada lahan seluas 13 ribu hektare, maka potensi produksi jagung di Bengkulu dalam sekali panen mampu menghasilkan 65.620 ton dengan harga jual yang cukup tinggi,” ujar Ricky, kemarin (25/1).

Rencananya, tanaman jagung seluas 13.124 hektare itu akan ditanam di 10 kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu. Program penanam Jagung Hibrida ini nantinya akan melibatkan sejumlah kelompok tani yang ada di masing-masing kabupaten dan kota.

“Jika rencana ini terelasisai, para petani akan mendapatkan belasan hingga puluhan juta rupiah setiap kali panen,” sambung Ricky.

Menurutnya, pengembangan tanaman jagung ini dirasa tepat karena harga jagung kering di Bengkulu cukup bagus yakni di atas Rp. 3.000 per kg. Jika hasil panen petani terendah anggap saja mencapai 5 ton/hektare, kemudian dijual dengan harga Rp. 3.000 per kg, maka pendapatan petani sekali panen bisa mencapai Rp. 15 Juta hanya dengan masa tanaman jagung selama empat bulan. Bahkan, kalau produksi hasil panen mencapai 7 ton saja, maka penghasilan kotor petani bisa Rp. 21 Juta.

“Prospeknya bagus. Untuk mewujudkan hal tersebut, kami melakukan kolaborasi dengan investor,” tutur Ricky.

Peningkatan areal tanam jagung tersebut direncanakan berkolaborasi dengan PT. Witjaksono Group yang sudah berpengalaman puluhan tahun. “Kami menggandeng investor untuk mendorong petani di daerah mengembangkan tanaman jagung,” ujar Ricky.

Pemerintah Provinsi Bengkulu memang terus mendorong petani di Provinsi Bengkulu agar mengembangkan tanaman jagung disamping padi dan kedelai, mengingat produktivitas hasil panen jagung cukup bagus sehingga Bengkulu akan menjadi salah satu daerah penghasil jagung terbesar di Sumatera di masa mendatang.

“Kami akan terus mendorong petani di Bengkulu agar menanam jagung sehingga komoditas jagung juga mampu menjadi penggerak ekonomi di Bengkulu,” tutup Ricky.

Sementara itu, Perwakilan Witjaksono Group, Abese mengatakan, saat ini pihaknya sudah memasarkan 5.000 ton jagung per hari dan permintaan terus meningkat.

Pihaknya juga mendapat jatah secara nasional untuk penanaman jagung seluas 100 ribu hektare, dan sarananya telah disiapkan.

“Kami mengharapkan kerja sama yang mulai dirintis dengan Pemprov Bengkulu dapat meningkatkan produksi tanaman pangan daerah ini terutama jagung,” ujar Abese.

Dijelaskan Abese, target luas areal tanam itu merupakan angka minimal dan diharapkan dapat terealisasi lebih luas guna meningkatkan produksi jagung dalam negeri terutama untuk memenuhi kebutuhan di Bengkulu.

“Kami harapkan target ini dapat terealisasi hingga Bengkulu bisa menjadi salah satu penghasil jagung terbesar dan bisa memenuhi kebutuhan nasional,” tukas Abese.

Di bagian lain, Pakar Ekonomi, Prof. Dr. Kamaludin mengatakan, jika realisasi pertanian tanaman jagung bisa terjadi di Provinsi Bengkulu, maka kesejahteraan para petani di Bengkulu juga akan meningkat. Lebih lagi Indonesia saat ini menempati peringkat ke tujuh dunia sebagai negara penghasil jagung terbanyak dunia.

Jika Bengkulu juga ikut memproduksi jagung maka tidak menutup kemungkinan Bengkulu juga akan menjadi daerah swasembada jagung untuk Indonesia.

“Negara yang menempati peringkat pertama penghasil jagung di dunia yakni Amerika Serikat, disusul Cina, Brasil, Lowa, Argentina, Ukraina, dan Indonesia. Kalau Bengkulu berhasil merealisasikan jagung ini, maka bisa jadi jagung Bengkulu naikkan peringkat Indonesia,” terang Kamaludin.

Ia menjelaskan, peningkatan peringkat tersebut diukur dari keberhasilan suatu negara meningkatkan produksi jagung. Pengukurannya menggunakan satuan bushels sebagai unit ukuran volume kering dalam perdagangan komoditas pertanian khususnya di Amerika dan Eropa. Satu bushels sama dengan 25,40 kg.

“Semoga hal tersebut dapat terealisasi dan meningkatkan produksi jagung di Indonesia serta mensejahterakan petani Bengkulu,” tutup Kamaludin. (999)

Rencana Pengembangan Tanaman Jagung:

Luas Lahan          : 13.124 Hektare

Jenis                      : Jagung Hibrida

Produksi              : 65.620 Ton/Panen

Masa Panen       : 4 Bulan

Prospek Penghasilan Petani Jagung:

Hasil Panen Luas Penghasilan
5 ton 1 Ha Rp 15 juta
7 ton 1 Ha

Rp 21 juta